Mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono Meninggal Dunia di RS Pondok Indah
Mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono telah meninggal dunia pada Sabtu, 28 Maret 2026, pukul 13.45 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait. Rencananya, almarhum akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, pada Minggu, 29 Maret 2026.
Jejak Karier Panjang di Berbagai Pemerintahan
Juwono Sudarsono memiliki rekam jejak yang panjang dalam dunia politik dan pemerintahan Indonesia. Dia pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan di dua periode pemerintahan yang berbeda:
- Di era Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
- Di era Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Sebelum itu, dia juga pernah ditunjuk sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada masa pemerintahan Presiden BJ Habibie. Bahkan, jauh sebelumnya, Juwono pernah menjabat sebagai Menteri Negara Lingkungan Hidup di era Presiden ke-2 RI, Soeharto. Selain peran politiknya, dia juga dikenal sebagai Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional di Universitas Indonesia, yang menunjukkan dedikasinya dalam dunia akademik.
Penghargaan Bergengsi, Termasuk dari Presiden Prabowo
Atas jasa-jasanya, Juwono Sudarsono menerima berbagai penghargaan bergengsi. Yang terbaru, dia dianugerahi Bintang Mahaputera Adipurna oleh Presiden Prabowo Subianto pada 25 Agustus 2025. Penghargaan ini menambah daftar prestasinya, yang meliputi:
- Bintang Mahaputera Adipradana (13 Agustus 1999)
- Bintang Jasa Utama (11 Agustus 1997)
- Bintang Yudha Dharma Utama (11 Agustus 2009)
- Satyalancana Dwidya Sistha
Penghargaan-penghargaan ini mencerminkan kontribusi signifikan almarhum dalam penguatan sistem pertahanan dan pelayanan publik di Indonesia.
Duka dari Kementerian Pertahanan dan Warisan Pemikiran
Keluarga besar Kementerian Pertahanan menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian Juwono Sudarsono. Dalam pernyataannya di Instagram, Kemhan mengakui peran penting Juwono dalam meletakkan fondasi kebijakan pertahanan nasional. "Pemikiran strategis serta kepemimpinannya memberikan kontribusi nyata dalam penguatan sistem pertahanan negara," demikian kutipan dari pernyataan resmi tersebut.
Kemhan juga mendoakan agar amal ibadah dan pengabdian Juwono diterima di sisi Tuhan, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Warisan pemikirannya dalam bidang pertahanan diharapkan terus menginspirasi generasi mendatang untuk membangun Indonesia yang lebih kuat dan berdaulat.



