Legislator DPR RI Tinjau Workshop Pupuk Organik Kolaborasi Unsoed-Napi di Nusakambangan
Rombongan legislator dari Komisi XIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan kunjungan kerja ke Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Kunjungan ini bertujuan untuk mengawasi kinerja pembinaan terhadap warga binaan pemasyarakatan atau narapidana (napi) oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas).
Kunjungan ke Balai Latihan Kerja Pengolahan Pupuk Organik
Setelah mengunjungi Balai Latihan Kerja Fly Ash Bottom Ash (BLK FABA), rombongan yang dipimpin Ketua Komisi XIII Willy Aditya dan Wakil Ketua Komisi Dewi Asmara melanjutkan perjalanan ke BLK Pengolahan Pupuk Organik Nusakambangan. Di lokasi, terlihat lima narapidana sedang aktif mengayak dan mengaduk kotoran hewan yang akan diolah menjadi pupuk organik.
Agustina Setyaningrum, pendamping BLK yang juga peneliti dari Universitas Soedirman (Unsoed), Purwokerto, menjelaskan bahwa bahan dasar pupuk ini berasal dari kotoran sapi, domba, kelelawar, dan ayam. Ia menyampaikan bahwa timnya telah menemukan formula inovatif berupa cairan aktivator dari jeroan sapi yang mempercepat proses pengomposan.
"Aktivator ini menekan proses fermentasi kompos menjadi kurang dari 21 hari, sehingga pencemaran lingkungan akibat bau cepat teratasi," terang Agustina kepada para legislator, termasuk Menteri Imipas Agus Andrianto dan pejabat terkait lainnya.
Inovasi Pupuk Ramah Lingkungan dan Pemasaran
Dalam kunjungan tersebut, sejumlah legislator seperti Edison Sitorus mencoba membaui cairan pupuk dan menyatakan bahwa aromanya tidak menyengat, mirip dengan tape. Agustina menjelaskan bahwa pupuk kemasan 3 kg dijual seharga 27 ribu rupiah, dengan harga lebih tinggi untuk pupuk dari kotoran kelelawar karena bahan yang terbatas dan proses pengambilan yang sulit.
Pupuk ini telah diujicoba pada tanaman kangkung, menghasilkan panen dengan ukuran jumbo. "Produk kami laku 500 kg dalam sekali pameran di Unsoed," ujar Agustina. Pemasaran dilakukan secara online, dengan pemesan saat ini masih berasal dari Cilacap dan wilayah sekitarnya.
Daftar Legislator yang Hadir
- Marinus Gea
- Rapidin Simbolon
- Maruli Siahaan
- Prana Putra Soh E
- Yanuar Arif Wibowo
- Mafirion
- Edison Sitorus
- Raja Faisal
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pengawasan berkelanjutan oleh DPR RI terhadap program pembinaan napi, mendukung inovasi pertanian berkelanjutan yang melibatkan akademisi dan narapidana.