Kim Jong Un Kembali Terpilih sebagai Presiden Urusan Negara Korea Utara
Kim Jong Un Terpilih Kembali sebagai Presiden Korea Utara

Kim Jong Un Kembali Memimpin Korea Utara dalam Pemilihan yang Dikritik

Pyongyang - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, telah terpilih kembali sebagai Presiden Urusan Negara dalam Sidang Pertama Majelis Rakyat Tertinggi DPRK. Dilansir dari AFP pada Senin (23/3/2026), keputusan ini diumumkan oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), yang menyatakan bahwa pemilihan mencerminkan kehendak bulat seluruh rakyat Korea. Namun, para kritikus menilai proses ini telah ditentukan sebelumnya dan dirancang untuk memberikan lapisan legitimasi demokratis pada kepemimpinan negara tersebut.

Proses Pemilihan yang Dipertanyakan

Sebelum sidang, 687 deputi terpilih ke Majelis Rakyat Tertinggi, dengan warga Korea Utara berusia di atas 17 tahun diberi pilihan untuk menyetujui atau menolak satu-satunya kandidat dari partai berkuasa. KCNA melaporkan bahwa para anggota parlemen baru disetujui dengan 99,93% suara mendukung dan 0,07% menentang, dengan tingkat partisipasi mencapai 99,99%. Lee Ho-ryung dari Institut Analisis Pertahanan Korea menyebut pemilihan ini sebagai acara yang sangat terencana dengan hasil yang telah ditentukan sebelumnya, menekankan bahwa Korea Utara telah lama menggunakan acara serupa untuk menunjukkan prosedur dalam upaya mencapai legitimasi politik.

Kepemimpinan Generasi Ketiga

Kim Jong Un, penguasa generasi ketiga dari negara bersenjata nuklir yang didirikan oleh kakeknya, Kim Il Sung, pada 1948, telah memerintah sejak kematian ayahnya pada 2011. Foto-foto yang dirilis KCNA menunjukkan Kim mengenakan setelan jas formal ala Barat dan duduk di tengah panggung, diapit oleh pejabat tinggi di depan patung raksasa ayah dan kakeknya. Sidang ini menyusul pertemuan lima tahunan partai berkuasa bulan lalu, dan para analis memperkirakan kemungkinan amandemen konstitusi yang dapat mengkodifikasikan hubungan antar-Korea sebagai hubungan antara dua negara yang bermusuhan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Reaksi Internasional dan Dinamika Politik

Presiden Rusia Vladimir Putin mengucapkan selamat kepada Kim Jong Un melalui pesan di saluran Telegram Kremlin, menyatakan harapan untuk hubungan bilateral yang lebih kuat dan kerja sama strategis komprehensif antara Moskow dan Pyongyang. Dalam beberapa tahun terakhir, Rusia dan Korea Utara telah memperdalam hubungan, termasuk menandatangani perjanjian pertahanan bersama pada 2024 dan mengirim pasukan Korea Utara untuk mendukung Rusia dalam perang melawan Ukraina. Hong Min, analis senior di Institut Unifikasi Nasional Korea, mencatat bahwa bahasa yang digunakan Kim dalam pidato parlemen akan menjadi indikator rencana antar-Korea, dengan poin kunci pada isu teritorial dan perairan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga