Ketua MPR Ahmad Muzani Silaturahmi dengan Muhammadiyah Yogyakarta, Titip Pesan Anti Pragmatisme
Ketua MPR Silaturahmi dengan Muhammadiyah Jogja, Pesan Anti Pragmatisme

Ketua MPR RI Ahmad Muzani Lakukan Kunjungan Silaturahmi ke Muhammadiyah Yogyakarta

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, telah melaksanakan kegiatan silaturahmi bersama dengan perwakilan dari organisasi Muhammadiyah Yogyakarta. Acara yang berlangsung penuh kehangatan ini diselenggarakan di gedung SM Tower, Kota Yogyakarta, pada hari Minggu tanggal 5 April 2026.

Pesan Penting untuk Menjaga Tradisi dan Idealisme

Dalam sambutannya, Muzani menyampaikan pesan yang sangat mendalam kepada seluruh anggota Muhammadiyah yang hadir. Ia menekankan pentingnya untuk tetap berpegang teguh pada tradisi Muhammadiyah yang telah lama dijunjung tinggi, termasuk nilai-nilai hidup sederhana dan amanah dalam mengelola berbagai tanggung jawab.

"Pesan saya, tetaplah berpegang teguh pada tradisi Muhammadiyah, hidup sederhana, teruslah memegang amanah dengan baik, dan jangan tergoda dengan pragmatisme," ujar Muzani dengan penuh semangat. Pernyataan ini menjadi sorotan utama dalam pertemuan tersebut, mengingat konteks politik yang sering kali diwarnai oleh berbagai kepentingan praktis.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kekuatan Bangsa dari Contoh Muhammadiyah

Muzani juga mengapresiasi peran serta kontribusi Muhammadiyah dalam pembangunan bangsa. Ia menyatakan bahwa jika kesadaran seluruh bangsa Indonesia dalam membangun negara dapat mencontoh nilai-nilai yang dipegang oleh Muhammadiyah, maka Indonesia akan menjadi negara yang jauh lebih kuat, maju, dan jaya.

"Kalau kesadaran bangsa Indonesia dalam membangun bangsa, dalam membangun negara, seperti halnya dicontohkan oleh tuan-tuan Muhammadiyah, Indonesia akan semakin kuat, Indonesia akan semakin maju, dan Indonesia akan semakin jaya," tegas Muzani. Pernyataan ini tidak hanya menjadi pujian, tetapi juga ajakan untuk terus berkontribusi positif bagi kemajuan negeri.

Menghindari Pragmatisme untuk Menjaga Idealisme

Lebih lanjut, Muzani mengingatkan bahwa meskipun Muhammadiyah dikenal dengan integritas dan kepercayaan dalam mengemban amanah, tantangan pragmatisme politik tetap harus diwaspadai. Ia menegaskan bahwa menghindari pragmatisme adalah kunci untuk menjaga idealisme dan kemurnian tujuan perjuangan.

"Orang Muhammadiyah terkenal dengan orang-orang yang hidup sederhana. Orang Muhammadiyah terkenal dengan amanah dalam mengemban harta yang dititipkan. Tapi meskipun demikian, kadang-kadang ada kepentingan-kepentingan pragmatisme dan itu kita harus mampu berusaha untuk menghindari pragmatisme," jelas Muzani.

Dia menambahkan, "Kalau kita bisa menghindari pragmatisme, maka kita akan tetap dapat menjaga idealisme, dan idealisme itu adalah cara kita menjaga kemurnian tujuan perjuangan kita." Pesan ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi Muhammadiyah Yogyakarta dalam menjalankan peran sosial dan politiknya di masa depan.

Silaturahmi ini tidak hanya mempererat hubungan antara institusi politik dan organisasi masyarakat, tetapi juga menyoroti pentingnya nilai-nilai luhur dalam menghadapi dinamika politik kontemporer. Dengan pesan yang disampaikan, Muzani berharap Muhammadiyah Yogyakarta dapat terus menjadi teladan dalam menjaga tradisi dan menghindari praktik-praktik yang bersifat pragmatis semata.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga