JK Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), mengungkapkan detail pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan tersebut, Prabowo memaparkan sejumlah program pemerintah yang sedang dijalankan, termasuk program makan bergizi gratis dan upaya peningkatan kekuatan militer.
Kekhawatiran atas Besarnya Anggaran
Meski mengapresiasi inisiatif tersebut, JK menyoroti besarnya anggaran yang dibutuhkan untuk merealisasikan berbagai program tersebut. Dia menegaskan bahwa pelaksanaan semua program secara bersamaan dapat mengakibatkan penyusutan sektor lain, seperti perbaikan lingkungan, pelabuhan, dan jalan.
"Tapi itu semua butuh biaya yang besar pada saat penerimaan kita rendah. Kalau itu semua dijalankan secara bersamaan, maka sektor lain akan menyusut. Perbaikan lingkungan, perbaikan pelabuhan, perbaikan jalan, makin terlupakan," ungkap JK saat ditemui di acara buka puasa bersama KAHMI di kediamannya, Jumat (6/aret/2026) malam.
Peringatan Risiko Gagal Bayar
JK mempertanyakan bagaimana seluruh program dapat dijalankan di tengah pengeluaran besar sementara penerimaan negara masih terbatas. Dia menyarankan agar dilakukan evaluasi menyeluruh untuk menghindari risiko gagal bayar (default), yang berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat internasional terhadap perekonomian Indonesia.
"Mengevaluasi seluruh sistem kegiatan baik penerimaan maupun pengeluaran. Harus dievaluasi ulang. Kalau tidak terjadi default," tegasnya.
Prioritas Program dan Penguatan Ekonomi Dasar
Lebih lanjut, JK mengatakan pemerintah harus memilah program yang lebih penting untuk dijalankan, diselaraskan dengan kondisi penerimaan negara. Dia menilai penguatan ekonomi dasar, termasuk infrastruktur, pendidikan, dan teknologi, harus menjadi prioritas utama.
JK berpendapat bahwa penurunan anggaran pendidikan untuk dialihkan ke program lain, seperti makan bergizi gratis, dapat memengaruhi perekonomian Indonesia dan menyebabkan kemunduran.
"Anggaran pendidikan sekarang menurun akibat dipakai antara lain untuk makan gratis. Kalau itu terjadi terus-menerus, maka kita akan mengalami kemunduran, ekonomi tidak berlangsung," tuturnya.
Pertemuan ini menyoroti tantangan anggaran yang dihadapi pemerintah dalam menjalankan program-program ambisius, dengan JK menekankan pentingnya keseimbangan fiskal untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
