IKA PMII Gelar Rapimnas 2026, Rumuskan Strategi Kawal Agenda Kebangsaan
IKA PMII Gelar Rapimnas 2026 untuk Strategi Kebangsaan

IKA PMII Gelar Rapimnas 2026 untuk Merumuskan Strategi Kebangsaan

Liputan6.com, Jakarta - Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII) telah menyelenggarakan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2026 di Mercure Convention Center Ancol, Jakarta, pada Kamis (5/3/2026). Acara ini mengusung tema "IKA PMII Mengawal Indonesia Berdaya, Berkeadilan dan Kontributif Dalam Konstelasi Global" dan dihadiri oleh para pimpinan IKA PMII dari 30 provinsi di seluruh Indonesia.

Komitmen Alumni sebagai Kekuatan Intelektual dan Moral

Ketua Umum PB IKA PMII, Fathan Subchi, menegaskan bahwa Rapimnas ini merupakan momentum krusial untuk merancang langkah-langkah strategis organisasi dalam mengawal agenda kebangsaan. Ia menyatakan bahwa alumni PMII yang tersebar di berbagai sektor harus mampu berperan sebagai kekuatan intelektual sekaligus moral, mendorong Indonesia menjadi negara yang berdaya, berkeadilan, serta berkontribusi aktif di panggung global.

"IKA PMII memiliki tanggung jawab historis untuk terus menjaga arah perjalanan bangsa. Melalui Rapimnas ini, kami ingin memastikan bahwa alumni PMII tetap menjadi bagian dari solusi bagi berbagai tantangan bangsa," ujar Fathan. Ia juga menekankan komitmen organisasi untuk berkontribusi dalam isu-isu strategis nasional, seperti ketahanan pangan dan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Evaluasi dan Proyeksi Empat Tahun ke Depan

Ketua Panitia Rapimnas, M. Rodli Kaelani, yang akrab disapa Odie, menjelaskan bahwa forum ini berfungsi sebagai ajang evaluasi sekaligus penyusunan proyeksi organisasi untuk empat tahun mendatang. "Forum ini menjadi awalan yang strategis untuk evaluasi, sekaligus menilai sejauh mana progres organisasi berjalan dan proyeksi apa yang harus dilakukan dalam kurun empat tahun ke depan," kata Odie.

Rapimnas turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, termasuk:

  • Wakil Menteri Keuangan Juda Agung
  • Ketua KPU RI Mochammad Afifudin
  • Ketua Komisi II DPR RI sekaligus Presidium KAHMI Rifqinizamy Karsayuda
  • Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Prof. Suyitno
  • Ketua Fraksi PKB MPR RI Eem Marhamah Zulfa Hiz

Dampak Geopolitik Global terhadap Ekonomi Nasional

Dalam paparannya, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil—termasuk kalangan alumni perguruan tinggi—dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah perubahan tatanan ekonomi dunia.

Fathan Subchi juga merespons situasi di Timur Tengah, menyatakan bahwa eskalasi konflik di kawasan tersebut dapat berdampak signifikan bagi perekonomian Indonesia. "Setelah kita memperkuat alumni (organisasi), kita kontribusi terhadap global. Bagaimana ekonomi kita, pangan kita," kata Fathan. Ia mengungkapkan bahwa alasan inilah yang mendasari undangan kepada Wamenkeu Juda Agung untuk memberikan wawasan mengenai situasi geopolitik saat ini.

Sementara itu, Ketua Steering Committee (SC), Zainul Munaschin, menegaskan bahwa organisasi alumni PMII ingin mengambil peran dalam memperkuat perekonomian nasional melalui kolaborasi dengan pemerintah, seperti dalam program MBG, Kopdes Merah Putih, hingga Sekolah Rakyat. "Dinamika politik internasional hari ini sangat penuh tantangan. Penyerangan Israel-Amerika ke Iran itu tentu akan menimbulkan dampak ekonomi bagi masyarakat Indonesia," kata Zainul. "Kita ingin tahu seberapa jauh mitigasi yang sudah dilakukan pemerintah terhadap potensi dampak ekonomi dari situasi perang di Timur Tengah ini," imbuhnya.

Rapimnas 2026 ini tidak hanya fokus pada isu nasional, tetapi juga membahas bagaimana konflik geopolitik global dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi Indonesia, menegaskan peran IKA PMII sebagai bagian dari solusi dalam menghadapi tantangan tersebut.