Henry Golkar Dukung Pembukaan Data Stok BBM untuk Hindari Panic Buying
Penasehat Ahli Balitbang DPP Partai Golkar, Henry Indraguna, mendukung langkah transparansi informasi stok Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diungkapkan pemerintah. Hal ini disampaikan sebagai respons atas pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang meminta masyarakat tidak melakukan panic buying karena stok nasional dipastikan aman.
Stok BBM Nasional dalam Kondisi Aman
Berdasarkan keterangan resmi, cadangan stok BBM nasional saat ini mencapai sekitar 23 hari, yang masih berada di atas standar minimal kebutuhan nasional lebih dari 20 hari. Meskipun demikian, Henry memahami bahwa sebagian masyarakat cenderung reaktif dengan informasi terkait ketersediaan BBM, seperti terlihat dari antrean di beberapa SPBU.
"Sebenarnya warga di beberapa daerah itu hanya ingin melindungi diri dan menjamin kebutuhan pokok keluarganya dapat terpenuhi," ujar Henry dalam keterangannya pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Transparansi sebagai Fondasi Kepercayaan Publik
Henry menegaskan bahwa keterbukaan informasi dari pejabat publik merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada rakyat. "Menurut saya tak ada maksud dan narasi yang menakut-nakuti, melainkan memberikan informasi secara terbuka dan utuh agar semua pihak bisa bersiap. Namun tetap tenang dan tidak perlu panic buying," jelasnya.
Sebagai Ketua DPP Ormas MKGR, ia menuturkan bahwa transparansi informasi adalah fondasi kepercayaan publik. "Jika tak ada informasi yang transparan akan berdampak menjadi spekulasi liar yang justru akan memperburuk situasi, seperti yang terjadi dalam kasus panic buying," tuturnya.
Dampak Positif dari Informasi yang Jelas
Dengan informasi yang jelas, gamblang, dan transparan, Henry menyebutkan beberapa manfaat yang dapat dicapai:
- Mencegah permainan harga di pasar.
- Memastikan distribusi BBM tetap adil.
- Mendorong masyarakat berpikir lebih rasional.
Ia menambahkan bahwa panic buying sering muncul akibat ketakutan yang berlebihan, padahal fakta di lapangan menunjukkan stok lokal masih aman. "Artinya, kita harus menghindari sikap ekstrem. Jangan terlalu cuek, tapi juga jangan berlebihan seperti panic buying. Lebih baik percaya pada penjelasan resmi pemerintah dan menyiapkan segala kemungkinan," sambung Henry.
Dukungan ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi isu ketersediaan BBM, dengan transparansi sebagai kunci untuk menghindari kepanikan dan menjaga stabilitas nasional.
