DPR Usul Evaluasi Pasukan TNI di Lebanon Usai Prajurit Gugur dalam Serangan
DPR Usul Evaluasi Pasukan TNI di Lebanon Usai Prajurit Gugur

DPR Desak Evaluasi Keberadaan Pasukan TNI di Lebanon Usai Insiden Fatal

Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Dave Laksono, secara tegas menyatakan perlunya pemerintah dan Tentara Nasional Indonesia untuk segera mengevaluasi bahkan mempertimbangkan penarikan prajurit yang bertugas di Lebanon. Seruan ini dilontarkan sebagai respons langsung atas tragedi memilukan di mana seorang prajurit TNI gugur setelah menjadi korban serangan artileri yang dilancarkan oleh pasukan Israel.

"Fungsi kita ini adalah untuk menjaga perdamaian. Nah, jelas di sana ini tidak terjadi perdamaian, justru terjadi pertempuran. Jadi, ya kalau begitu ya tidak bisa melaksanakan misi kita," tegas Dave Laksono di kompleks parlemen, Jakarta, pada hari Senin. Ia menekankan bahwa misi mulia membawa perdamaian tidak boleh berbalik menjadi malapetaka yang mengorbankan nyawa prajurit Indonesia.

Detail Insiden dan Korban Jiwa

Insiden mematikan tersebut terjadi pada Minggu, 29 Maret 2026, sekitar pukul 20.44 waktu setempat di Lebanon. Serangan tersebut menghantam posisi Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon atau UNIFIL, tepatnya di Indobatt UNP 7-1, Desa Achid Alqusayr, wilayah Lebanon Selatan. Korban jiwa yang gugur adalah Praka FR, seorang anggota Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL yang berasal dari Yogyakarta.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Selain satu prajurit yang gugur, laporan resmi juga menyebutkan adanya korban luka-luka. Satu prajurit lainnya mengalami luka berat, sementara dua orang lagi menderita luka ringan. Semua korban telah mendapatkan penanganan medis yang diperlukan. Kantor Berita Nasional Lebanon mengonfirmasi bahwa penembakan menghantam markas yang digunakan oleh kontingen Indonesia dari UNIFIL di kota Adshit al-Qusayr, sebuah daerah yang berdekatan dengan zona perbatasan rawan konflik antara Lebanon dan Israel.

Kondisi Keamanan yang Semakin Memburuk

Dave Laksono mengungkapkan bahwa ini bukanlah insiden pertama. "Sebelumnya sudah pernah pernah kena juga rudal, akan tetapi tidak ada korban yang serius. Nah, sekarang sudah ada korban yang fatal," ujarnya. Pernyataan ini menggarisbawahi eskalasi ketegangan dan peningkatan risiko yang dihadapi oleh pasukan penjaga perdamaian PBB di wilayah tersebut. Baku tembak antara pasukan Israel dan kelompok-kelompok bersenjata di Lebanon selatan telah meningkat intensitasnya dalam beberapa bulan terakhir.

Juru bicara pasukan PBB, Candice Ardiel, mengakui sebuah proyektil meledak di lokasi PBB dekat Adshit al-Qusayr dan menyebabkan sejumlah personel penjaga perdamaian terluka. Pihak berwenang Israel sendiri belum memberikan komentar langsung terkait serangan ini, dan investigasi mendalam masih terus dilakukan untuk mengungkap detail lengkap insiden.

Desakan untuk Peninjauan Ulang Misi

Anggota DPR ini menegaskan bahwa peristiwa tragis ini harus menjadi momentum evaluasi serius mengenai fungsi dan keberadaan prajurit TNI di kawasan konflik tersebut. "Kita serahkan itu kepada pemerintah yang mengetahui persis kondisinya seperti apa. Kita kan hanya melihat informasi perkembangan," kata Dave. Namun, ia juga menyoroti bahwa Italia, negara lain yang turut mengirimkan pasukannya, telah menyiapkan rencana untuk menarik mundur kontingennya. Indonesia, menurutnya, perlu menyampaikan sikap tegas demi menjaga keselamatan prajurit TNI.

DPR saat ini masih menunggu penjelasan resmi dan lengkap dari Markas Besar TNI mengenai korban serta kerusakan yang terjadi. "PBB sudah menyampaikan belasungkawa dan mengutuk akan serangan tersebut. Nah, ini ini harus dilihat apakah dibutuhkan tindak lanjut dari kita untuk menyampaikan sikap kita demi menjaga keselamatan prajurit kita," tambah Dave Laksono. Evaluasi menyeluruh dianggap penting agar tidak ada lagi nyawa prajurit Indonesia yang menjadi korban dalam situasi yang sebenarnya tidak mencerminkan perdamaian.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga