Anggota DPR Dukung Pelatihan Komcad untuk ASN, Bahas Wajib Militer
Rencana pelibatan aparatur sipil negara (ASN) dalam pelatihan Komponen Cadangan (Komcad) terus menjadi perbincangan hangat di kalangan publik. Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, menyatakan bahwa program ini perlu dipandang dari sudut pandang yang lebih luas, khususnya dalam rangka pembangunan karakter bangsa dan penguatan nasionalisme.
Dukungan untuk Penguatan Karakter Bangsa
Menurut Doli, percepatan pembangunan menuju negara maju tidak hanya memerlukan kebijakan ekonomi dan infrastruktur yang solid, tetapi juga fondasi karakter kebangsaan yang kokoh. "Kalau program Komcad ini diorientasikan kepada dua hal itu, saya sangat setuju. Jangankan untuk ASN, program itu justru perlu bagi seluruh elemen masyarakat," ujarnya dalam wawancara dengan Kompas.com pada Jumat, 27 Februari 2026.
Usulan Wajib Militer untuk Tingkatkan Disiplin Nasional
Doli lebih lanjut mengungkapkan pemikirannya tentang pentingnya program wajib militer di Indonesia. "Saya malah pernah berpikir, dengan situasi lemahnya disiplin nasional dan mulai tergerusnya rasa nasionalisme kita, mungkin perlu adanya program wajib militer seperti yang dilakukan oleh beberapa negara kuat di dunia saat ini, seperti Jepang dan Korea," tambahnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa pelatihan Komcad untuk ASN bukan sekadar program militer, melainkan langkah strategis untuk membangun mental dan disiplin bangsa.
Program Komcad sendiri dirancang untuk melatih warga sipil, termasuk ASN, dalam hal pertahanan negara. Dengan dukungan dari anggota DPR seperti Doli, diharapkan inisiatif ini dapat berkontribusi pada penguatan nasionalisme dan karakter bangsa, yang pada gilirannya mendukung pembangunan Indonesia menuju negara maju. Diskusi ini terus berkembang, menandakan pentingnya isu ini dalam konteks kebijakan publik dan pembangunan nasional.



