Demo BEM UI di Bundaran HI: 5 Tuntutan Mahasiswa dan Respons BEM SI
Demo BEM UI di Bundaran HI: 5 Tuntutan Mahasiswa

Jakarta - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi demonstrasi di Bundaran HI, Jakarta, pada Jumat, 12 Juni 2026. Ribuan mahasiswa diperkirakan turut serta dalam aksi tersebut.

Ribuan Mahasiswa Siap Turun ke Jalan

Ketua Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI, Albani Hilmi, menyatakan bahwa sekitar seribu mahasiswa akan berangkat dari kampus UI di Depok menuju Bundaran HI. Mereka berkumpul di lapangan parkir Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI sebelum bergerak ke Jakarta. Rencananya, aksi akan dimulai setelah salat Jumat.

"Kami akan membawa seribu massa menuju Bundaran HI," ujar Albani. Ia menambahkan bahwa mahasiswa akan bergerak setelah seluruh peserta berkumpul, diperkirakan tiba di Jakarta sebelum salat Jumat.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Lima Tuntutan yang Disuarakan

Dalam aksi ini, BEM UI menyampaikan lima tuntutan utama yang menjadi sorotan publik. Meskipun detail tuntutan tidak disebutkan secara lengkap dalam artikel, isu-isu seperti biaya pendidikan, kebijakan pemerintah, dan kesejahteraan mahasiswa diperkirakan menjadi agenda utama.

BEM SI Kerakyatan Kaji Wacana Demo Juli 2026

Sementara itu, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan merespons wacana demonstrasi besar-besaran yang direncanakan pada Juli 2026. Koordinator Isu Politik dan Demokrasi BEM SI Kerakyatan, Kaleb Otniel Aritonang, mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan kajian mendalam terhadap berbagai isu yang berkembang.

"Kami masih dalam tahap pengkajian karena banyak narasi kontraproduktif yang tersebar di masyarakat," ungkap Kaleb. Ia menekankan pentingnya kajian komprehensif dan konsolidasi sebelum mengambil langkah aksi, sesuai dengan peran mahasiswa sebagai kalangan akademisi.

Keluarga Korban Bullying Tolak Damai

Berita lain yang menjadi perhatian adalah kasus perundungan terhadap bocah MWP (6) di Taman Kramat Pulo, Senen, Jakarta Pusat. Ibu korban, Vira Ismayanti (26), menegaskan bahwa pihaknya menolak berdamai dengan pelaku dan akan melanjutkan proses hukum.

"Enggak, oh enggak," kata Vira saat ditemui di kediamannya, Kamis, 11 Juni 2026. "Saya ingin cepat-cepat pelakunya ditangkap."

Meski demikian, mediasi sempat dilakukan pada Selasa, 9 Juni 2026, di mana dua terduga pelaku berinisial R (18) dan L (14) meminta maaf hingga bersujud di hadapan keluarga korban. Mereka beralasan tindakan tersebut dipicu oleh korban yang memegang alat kelamin salah satu pelaku, sehingga pelaku emosi. Namun, keluarga korban tetap pada pendiriannya untuk melanjutkan proses hukum.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga