Dasco: Prabowo Undang Eks Presiden untuk Dengar Saran Soal Geopolitik
Dasco: Prabowo Undang Eks Presiden untuk Saran Geopolitik

Dasco Ungkap Prabowo Undang Eks Presiden untuk Konsultasi Geopolitik

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan bahwa Presiden terpilih Prabowo Subianto telah mengundang mantan presiden Indonesia untuk mendengarkan saran dan masukan mereka terkait isu geopolitik global. Pernyataan ini disampaikan Dasco dalam konteks persiapan pemerintahan baru yang akan dipimpin oleh Prabowo, dengan fokus pada tantangan strategis di kancah internasional.

Konsultasi dengan Mantan Pemimpin

Menurut Dasco, Prabowo menyadari pentingnya pengalaman dan wawasan dari para mantan presiden dalam menghadapi dinamika geopolitik yang kompleks. Undangan ini bertujuan untuk memanfaatkan pengetahuan mendalam mereka tentang hubungan internasional dan kebijakan luar negeri, yang diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia di dunia. Dasco menekankan bahwa langkah ini mencerminkan komitmen Prabowo untuk menjalankan pemerintahan yang inklusif dan berbasis konsultasi.

Fokus pada Isu Global

Dalam pertemuan yang direncanakan, topik utama yang akan dibahas meliputi stabilitas kawasan, kerja sama ekonomi global, serta peran Indonesia dalam organisasi internasional seperti ASEAN dan PBB. Dasco menjelaskan bahwa saran dari eks presiden diharapkan dapat memberikan perspektif jangka panjang untuk kebijakan luar negeri Indonesia, terutama dalam menghadapi ketegangan geopolitik saat ini. Hal ini sejalan dengan visi Prabowo untuk meningkatkan pengaruh Indonesia di panggung dunia.

Respons dan Harapan

Dasco mengungkapkan bahwa para mantan presiden telah merespons positif undangan ini, menunjukkan dukungan mereka terhadap pemerintahan baru. Proses konsultasi ini dianggap sebagai langkah strategis untuk memastikan kebijakan yang diambil oleh Prabowo didasarkan pada pertimbangan matang dan pengalaman kolektif. Dengan demikian, diharapkan Indonesia dapat lebih efektif dalam menavigasi tantangan geopolitik dan memperkuat hubungan diplomatik dengan negara-negara lain.