Bahlil Lahadalia Serukan Persatuan di Musda Golkar Sulawesi Utara
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, hadir dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dengan pesan kuat tentang persatuan. Dalam pembukaan acara yang digelar pada Minggu, 12 April 2026, Bahlil menegaskan bahwa momentum ini harus menjadi landasan konsolidasi untuk memperkuat kohesi internal partai.
Pesan Tegas untuk Kader Golkar
Bahlil menyampaikan bahwa tidak ada kekuatan politik yang dapat mencapai misi dan targetnya tanpa solidaritas yang kokoh. "Tidak ada kekuatan politik yang bisa menjalankan misi dan targetnya tanpa persatuan," ujarnya dalam keterangan resmi. Dia secara khusus memerintahkan agar tidak ada lagi pembelahan atau pengelompokan di dalam organisasi.
"Karena itu saya selaku ketua umum memerintahkan, siapapun yang terpilih nanti harus menggandeng yang lain. Jangan ada kubu sana, kubu sini," tegas Bahlil. Pernyataan ini menekankan komitmennya untuk menghilangkan friksi internal yang dapat melemahkan partai.
Musda Sebagai Forum Strategis
Bahlil menegaskan bahwa Musda bukan sekadar agenda seremonial, melainkan forum strategis yang menghasilkan keputusan penting bagi keberlangsungan organisasi. Dia menjelaskan bahwa tugas Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Utara adalah meningkatkan perolehan kursi di DPRD kabupaten/kota dan provinsi.
"Tugas DPD Partai Golkar Sulawesi Utara harus menambah kursi di DPRD kabupaten/kota dan provinsi," jelasnya. Hal ini menunjukkan fokus partai pada penguatan elektoral di tingkat daerah.
Michaela Elsiana Paruntu Terpilih sebagai Ketua DPD
Sementara itu, Musda XI Partai Golkar Sulut secara resmi menetapkan Michaela Elsiana Paruntu sebagai Ketua DPD I Golkar Sulawesi Utara untuk masa bakti 2025-2030. Penetapan ini dilakukan dalam sidang yang digelar di Manado, dengan Sekretaris pimpinan sidang Raski Mokodompit mengumumkan keputusan tersebut.
"Michaela Elsiana Paruntu (MEP) secara sah sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulut masa bakti 2025-2030," kata Raski. Keputusan ini mencakup tiga poin utama:
- Pengangkatan dan pengesahan MEP sebagai Ketua DPD.
- Kewenangan Ketua DPD untuk memilih dan menyusun komposisi personalia.
- Berlakunya keputusan sejak tanggal ditetapkan.
Momentum ini menandai titik penting regenerasi kepemimpinan dan penguatan struktur Partai Golkar di Sulawesi Utara, sekaligus mempersiapkan partai untuk agenda politik mendatang.
Penunjukan Dewan Pertimbangan
Selain penetapan ketua DPD, pimpinan sidang juga menentukan Christiany Eugenia Paruntu (Tetty) sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Sulut. Langkah ini memperlihatkan upaya partai untuk memperkuat fungsi penasihat dan konsolidasi internal.
Dengan berbagai keputusan yang dihasilkan, Musda Golkar Sulut diharapkan dapat menjadi batu loncatan untuk meningkatkan kinerja partai di tingkat daerah, sesuai dengan arahan Bahlil Lahadalia untuk menjaga persatuan dan fokus pada tujuan bersama.



