AHY Soroti Ancaman Perang Dunia Ketiga dan Krisis Iklim, Serukan Persatuan Nasional
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti meningkatnya ketidakpastian global, termasuk ancaman perang dunia ketiga dan krisis iklim, dalam pidatonya pada perayaan Imlek 2577 Kongzili. Acara ini digelar oleh Partai Demokrat di The Ballroom Djakarta Theater, Jakarta Pusat, pada Rabu, 18 Februari 2026.
Dunia Penuh Ketidakpastian dan Tantangan
AHY menegaskan bahwa dunia saat ini berada dalam situasi yang tidak menentu dan penuh tantangan. Ia menyatakan, "Negara-negara besar juga selalu menghadapi tantangan. Dunia hari ini penuh dengan ketidakpastian. Saatnya justru kita semakin kuat bersatu," kata AHY. Pernyataan ini menekankan pentingnya solidaritas nasional dalam menghadapi gejolak global.
Ketegangan Geopolitik dan Ancaman Konflik Besar
Lebih lanjut, AHY menyinggung ketegangan geopolitik yang sering memicu konflik bersenjata dan ancaman perang berskala besar. "Belum lagi bicara ketidakpastian geopolitik, perang kerap terjadi, dan ancaman Perang Dunia Ketiga juga menghantui kita ketika negara-negara besar, pemimpin-pemimpin besar juga berada dalam sekat-sekat yang seringkali sulit untuk ditebak, banyak kejutan," jelasnya. Hal ini menggarisbawahi kerentanan dunia terhadap eskalasi konflik yang tidak terduga.
Dampak Krisis Iklim dan Kelangkaan Sumber Daya
Selain isu perang, AHY juga menyoroti dampak krisis iklim yang memicu berbagai bencana, seperti kekeringan, kelaparan, dan kehancuran di berbagai wilayah. Ia menambahkan bahwa kelangkaan sumber daya berpotensi memicu konflik global lebih lanjut. "Krisis iklim menyebabkan banyak bencana termasuk kekeringan, kelaparan, dan juga kehancuran di sana-sini," ucapnya, menekankan urgensi penanganan isu lingkungan.
Indonesia Perlu Daya Tahan dan Daya Saing yang Kuat
Menurut AHY, dalam menghadapi situasi global ini, Indonesia harus membangun daya tahan nasional yang kuat dan meningkatkan daya saing agar tidak tertinggal di era perkembangan teknologi yang pesat. "Kita tidak boleh tertinggal, tidak boleh menjadi pecundang, tidak boleh hanya menjadi penonton di negeri kita sendiri," kata AHY, mendorong aksi proaktif untuk kemajuan bangsa.
Dukungan Partai Demokrat untuk Pemerintahan Prabowo
AHY memastikan bahwa Partai Demokrat akan berperan aktif dalam mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai Indonesia harus dibangun secara adil dan berkelanjutan. "Itulah mengapa Bapak Ibu sekalian, Demokrat ingin terus mengawal, menyukseskan pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto. Pembangunan bangsa yang berkeadilan dan berkelanjutan," ujarnya. Ia juga berkomitmen untuk memastikan tidak ada kelompok atau daerah yang tertinggal.
Visi Inklusif untuk Kemajuan Indonesia
Dalam penutupnya, AHY menyampaikan visi inklusif untuk Indonesia. "Kita ingin Indonesia tumbuh, maju, berkembang, where no one, no region, and no generation is left behind. Semua harus maju, semua harus sejahtera," kata AHY. Pernyataan ini mencerminkan tekadnya untuk membawa kemajuan yang merata di seluruh negeri.



