AHY Serahkan Keputusan Posisi Indonesia di Board of Peace kepada Presiden Prabowo
AHY Serahkan Keputusan Posisi Indonesia di Board of Peace ke Prabowo

AHY Serahkan Keputusan Posisi Indonesia di Board of Peace kepada Presiden Prabowo

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyerahkan sepenuhnya keputusan terkait posisi Indonesia di Board of Peace (BoP) kepada Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap desakan beberapa pihak agar Indonesia keluar dari BoP, menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran baru-baru ini.

Pertimbangan Banyak Faktor dalam Dinamika Global

Dalam keterangannya kepada media di Jakarta pada Rabu, 4 Maret 2026, AHY menjelaskan bahwa Presiden Prabowo telah menyampaikan banyak pertimbangan atau faktor dalam menghadapi gejolak dunia yang sangat dinamis. "Yang jelas beliau menyampaikan banyak sekali pertimbangan, banyak faktor, tetapi dalam dunia yang begitu fragile, penuh dengan ketidakpastian, penuh dengan kejutan, ya kita juga harus bersiap-siap untuk dinamis," ucap AHY.

Ia menegaskan bahwa keputusan akhir berada di tangan Prabowo, dengan mengatakan, "Saya rasa beliau sendiri yang bisa menjelaskan itu ya." Hal ini menunjukkan kepercayaan AHY terhadap kepemimpinan presiden dalam menangani isu-isu strategis internasional.

Peran Indonesia sebagai Jembatan Perdamaian

Di sisi lain, AHY meyakini bahwa tidak ada konflik yang tidak bisa diselesaikan. Ia percaya bahwa Indonesia dapat berperan sebagai jembatan perdamaian dalam konflik di Timur Tengah. "Partai Demokrat percaya bahwa Indonesia harus terus-menerus menjadi jembatan, bridge builder, di tengah dunia yang saat ini serasa semakin terpolarisasi," kata dia.

Lebih lanjut, AHY menekankan pentingnya konsistensi Indonesia dalam mendorong kerja sama multilateralisme, yang saat ini dianggap mati suri. Namun, ia juga mengingatkan untuk tidak melupakan fokus pada kerja sama tingkat regional dan global. "Memperkuat kerja sama regional dan juga tentunya kerja sama di tingkat global, serta memastikan bahwa kepentingan nasional kita tetap terlindungi tanpa mengabaikan tanggung jawab kemanusiaan secara universal," jelasnya.

Dukungan terhadap Upaya Pemerintah

AHY mengapresiasi langkah Presiden Prabowo yang telah berdiskusi mengenai skenario terburuk, khususnya dampak langsung konflik Timur Tengah terhadap Indonesia. Ia menegaskan bahwa Indonesia harus mampu mengantisipasi dan memitigasi segala risiko, terutama di bidang ekonomi, ketahanan energi, dan pangan.

"Dan untuk terus mendorong terjadi dialog, terjadi de-eskalasi, dan juga penyelesaian secara damai di Timur Tengah," kata AHY. Ia menambahkan bahwa meskipun tidak mudah, jika ada keinginan, pasti ada jalan. "But when there is a will, there is a way. Saya rasa juga bukan sesuatu yang tidak mungkin," sambungnya.

Respons Menlu Sugiono Terkait Desakan Keluar dari BoP

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Sugiono telah menanggapi desakan berbagai pihak agar Indonesia mundur dari Board of Peace. Ia menyatakan bahwa pembicaraan mengenai BoP saat ini ditunda, dengan perhatian beralih ke situasi di Iran. "Ya ini semua pembicaraan BoP on hold, semua apa namanya perhatian shifted ke situasi di Iran," kata Sugiono kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026.

Sugiono menegaskan bahwa Indonesia tetap berkomunikasi dan berdiskusi dengan negara-negara sahabat di kawasan Teluk, khususnya Timur Tengah. Hal ini karena negara-negara anggota BoP di kawasan tersebut juga terdampak oleh eskalasi perang Iran. "Kalau misalnya BoP, kita juga tetap sama teman-teman, kita konsultasi, konsultasi dengan rekan-rekan kita di teluk karena mereka mengalami juga diserang. Karena mereka juga anggota BoP juga," tuturnya.

Dengan demikian, posisi Indonesia di Board of Peace tetap menjadi perhatian serius, dengan pertimbangan matang dari pemerintah dalam menghadapi dinamika global yang kompleks.