Survei Indikator Politik: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Presiden Prabowo Subianto
Hasil survei terbaru dari lembaga riset Indikator Politik Indonesia mengungkapkan bahwa mayoritas publik menyatakan kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto. Survei yang dilakukan pada periode 15 hingga 21 Januari 2026 ini mencatat angka kepuasan sebesar 79,9 persen dari total responden.
Detail Angka Kepuasan dan Responden
Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menjelaskan bahwa survei ini melibatkan 1.220 responden yang merupakan warga negara Indonesia berusia minimal 17 tahun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 persen menyatakan sangat puas, 66,9 persen puas, 17,1 persen kurang puas, dan 2,2 persen tidak puas sama sekali. Sementara itu, 0,8 persen responden memilih tidak tahu atau tidak menjawab.
Burhanuddin menekankan bahwa angka kepuasan atau approval rating yang diraih Prabowo ini tergolong tinggi untuk seorang presiden. Bahkan, tingkat kepuasan ini lebih unggul dibandingkan dengan Presiden Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono di awal pemerintahannya pada tahun 2004 dan Presiden Ke-7 Joko Widodo pada tahun 2014 setelah memenangkan Pilpres.
Dukungan Kuat dari Pemilih Generasi Z
Menurut analisis Burhanuddin, tingginya tingkat kepuasan terhadap Prabowo juga didukung secara signifikan oleh pemilih Generasi Z. Meskipun kelompok generasi tua juga menyatakan kepuasan, basis pemilih Prabowo pada Pilpres 2024 memang didominasi oleh Gen Z. Exit poll menunjukkan bahwa 71 persen pemilih Gen Z mengaku memilih Prabowo, dan dukungan ini tampaknya tetap konsisten dalam survei kepuasan ini.
Dari segi alasan kepuasan, responden memberikan berbagai faktor pendukung:
- 17,5 persen puas karena upaya Prabowo dalam memberantas korupsi.
- 15,6 persen puas karena seringnya pemberian bantuan oleh pemerintah.
- 11 persen puas karena program kerja yang dinilai bagus.
- 10,5 persen puas karena menilai sudah ada hasil konkret dari kinerja Prabowo.
Metodologi Survei dan Tingkat Kepercayaan
Proses pengambilan data dalam survei ini dilakukan dengan metode wawancara secara langsung. Survei memiliki tingkat kepercayaan sebesar 95 persen dengan margin of error sekitar 2,9 persen, yang menunjukkan hasil yang cukup akurat dan dapat diandalkan untuk menggambarkan sentimen publik secara nasional.
Burhanuddin juga menyoroti bahwa persentase kepuasan terhadap Prabowo tidak terlalu berbeda dibandingkan dengan approval rating pada Januari 2025, mengindikasikan konsistensi dalam dukungan publik. Dia menambahkan bahwa modal elektoral Prabowo tidak hanya bergantung pada dukungan pribadinya, tetapi juga dari warisan popularitas Joko Widodo, yang turut berkontribusi pada angka yang tinggi ini.
Secara keseluruhan, survei ini merefleksikan optimisme dan penerimaan yang luas terhadap kepemimpinan Prabowo Subianto di awal tahun 2026, dengan dukungan yang kuat dari berbagai lapisan masyarakat, terutama generasi muda.



