PKB: PDIP Harus Tegas, Jangan Abu-abu
Ketua Fraksi PKB DPR RI Jazilul Fawaid mendesak PDIP untuk segera memperjelas sikap politiknya terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai sikap ambivalen hanya menimbulkan kebingungan di tengah upaya bersama mewujudkan program-program pemerintah.
“Saya harap, mengambil sikap yang tegas saja. Kalau di oposisi, oposisi. Jangan abu-abu. Karena, kami semua sedang berjuang keras untuk mewujudkan apa yang menjadi janji Pak Presiden. Semua program-program sudah ditata,” ujar Jazilul di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Pernyataan itu disampaikan Jazilul menanggapi pertanyaan wartawan mengenai dugaan keterlibatan kader PDIP, Andi Widjajanto, dalam aksi demonstrasi beberapa waktu lalu. Menurut Jazilul, partai-partai pendukung pemerintah saat ini tengah fokus mengawal berbagai program Prabowo agar berjalan sesuai target. Karena itu, soliditas dan kejelasan posisi PDIP sangat diperlukan.
“Jadi, kami harap, posisinya jelas, jangan abu-abu. Kita sedang bergerak agar semua program berjalan sesuai dengan target. Dan kita tahu, kita semua membutuhkan persatuan, soliditas untuk menjalankan semua program Presiden, tanpa itu juga enggak bisa jalan. Tapi jangan juga kemudian bersikap abu-abu,” tegasnya.
Jazilul menegaskan bahwa PKB menghormati perbedaan pandangan politik, namun ia meminta agar PDIP mengambil sikap yang jelas agar tidak mengganggu jalannya pemerintahan. “Iya, jangan abu-abu sikapnya. Selama ini kan kita, ataupun yang ada di barisan pemerintah ini kan menghormati semua pendapat dari yang lain. Tapi, kalau ada kesan mengganggu, itu tidak baik untuk menjalankan program. Jadi, posisinya supaya gentle saja,” ujarnya.
Meskipun PDIP berulang kali menyatakan diri sebagai partai penyeimbang, Jazilul menilai pernyataan itu masih belum cukup jelas. Ia kembali meminta PDIP untuk memperjelas status politiknya. “Belum, belum (belum jelas). Karena selama ini memang ada kesan gitu, di sana dan di sini, belum tegas posisinya. Menyeimbangkan kayak apa, itu nggak paham,” katanya.
“Jadi, kejadian yang ada menurut saya, lebih memastikan posisinya saja, supaya kita bisa bergerak secara baik,” imbuh dia.
Sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah menegaskan partainya tidak terlibat dalam menggerakkan massa aksi. Ia merespons tudingan aliansi mahasiswa BEM Bersatu terkait dugaan kedekatan Tiyo Ardianto, salah satu penggerak aksi, dengan tokoh PDIP.
“Dipastikan, PDI Perjuangan, sesuai dengan perintah Ibu Ketua Umum, terhadap berbagai demonstrasi, baik akhir Agustus yang lalu maupun turunnya adik-adik mahasiswa, tidak ada sama sekali keterlibatan dari PDI Perjuangan. Baik itu sebagai kader maupun sebagai anggota,” kata Said di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6).
Said menyebut tudingan tersebut tidak sesuai dengan cara-cara PDIP. Ia meminta agar kehadiran Andi Widjajanto di lokasi demo tidak ditafsirkan sebagai keterlibatan partai. “Tegas yang disampaikan Ibu, karena itu bukan cara-cara PDI Perjuangan. Termasuk ketika termonitor oleh berbagai pihak, keikutsertaan atau jalan-jalan yang terlihat seperti Andi Widjajanto, itu sama sekali tidak boleh ditafsirkan bahwa itu adalah PDI Perjuangan,” ungkapnya.



