SMAN 1 Pontianak Minta Klarifikasi Penyelenggara LCC soal Penilaian Juri
SMAN 1 Pontianak Minta Klarifikasi Penyelenggara LCC

SMAN 1 Pontianak secara resmi meminta penyelenggara Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat untuk memberikan klarifikasi. Permintaan ini muncul setelah siswi mereka, Josepha Alexandra atau Ocha, menyampaikan protes karena jawaban yang dianggap benar dinilai salah oleh dewan juri.

Pernyataan Resmi SMAN 1 Pontianak

Pernyataan tersebut diunggah melalui akun Instagram resmi SMAN 1 Pontianak pada Selasa (12/5). Pihak sekolah mengaku telah menonton tayangan ulang perlombaan dan menemukan sejumlah kejanggalan. Mereka mendesak penyelenggara untuk memberikan penjelasan transparan.

"Sehubungan dengan anjuran untuk menyaksikan tayangan ulang sebagai bentuk ikhtiar dalam mengonfirmasi jalannya pelaksanaan LCC 4 Pilar tingkat Kalimantan Barat, kami telah melakukan peninjauan kembali secara cermat," tulis SMAN 1 Pontianak. "Berdasarkan hasil tersebut, kami menemukan beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dan klarifikasi," imbuhnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Temuan SMAN 1 Pontianak

Pihak SMAN 1 Pontianak menjabarkan temuan mereka setelah meninjau ulang tayangan lomba. Pertama, substansi jawaban antara tim SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas sama, namun dewan juri hanya membenarkan salah satu tanpa penjelasan yang transparan. Kedua, dewan juri dinilai kurang fokus dalam beberapa momen penilaian. Ketiga, ada indikasi relasi kuasa dewan juri, di mana MC tetap melanjutkan acara tanpa penyelesaian yang proporsional.

"Adanya kesamaan substansi jawaban antara tim SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas, namun dewan juri memberikan pembenaran hanya kepada salah satu pihak tanpa penjelasan yang transparan," tulis SMAN 1 Pontianak. "Adanya indikasi penggunaan relasi kuasa oleh dewan juri, tanpa didahului proses konfirmasi dan klarifikasi yang memadai. Hal ini diperkuat dengan adanya validasi sepihak melalui MC mengenai kompetensi juri, sehingga kegiatan tetap dilanjutkan tanpa penyelesaian yang proporsional," lanjutnya. "Kurangnya fokus dewan juri dalam beberapa momen penilaian, yang berpotensi memengaruhi objektivitas hasil," imbuhnya.

Permintaan Klarifikasi

SMAN 1 Pontianak menegaskan bahwa tim mereka telah menyampaikan jawaban dengan artikulasi yang jelas dan tegas. Oleh karena itu, mereka layak mendapatkan penilaian yang objektif. Atas dasar itu, pihak sekolah meminta penyelenggara untuk memberikan konfirmasi resmi terkait temuan-temuan tersebut, menyampaikan penjelasan transparan mengenai dasar pengambilan keputusan dewan juri, serta melakukan evaluasi terhadap proses penilaian guna menjaga integritas dan kredibilitas kegiatan LCC 4 Pilar ke depan.

Kronologi Polemik

Dalam video yang beredar pada Senin (11/5), terlihat juri memberikan nilai berbeda untuk jawaban yang sama dari peserta. Grup C dari SMAN 1 Pontianak mendapat nilai minus lima untuk jawaban terkait proses pemilihan anggota BPK, sementara Grup B dari SMAN 1 Sambas mendapat nilai 10 dari juri yang sama, yaitu Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita. Peserta Grup C sempat memprotes karena merasa jawaban mereka sama, namun juri menyatakan jawaban Grup C tidak menyebut Dewan Perwakilan Daerah (DPD) secara jelas.

Respon MPR RI

Sekjen MPR RI Siti Fauziah sebelumnya telah buka suara. Ia mengatakan pihaknya menghormati perhatian dan masukan masyarakat. Siti menyebut panitia pelaksana saat ini tengah melakukan penelusuran internal terkait penilaian jawaban peserta. Pihaknya memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba, termasuk mekanisme penilaian, kejelasan artikulasi jawaban, sistem verifikasi jawaban peserta, dan tata kelola keberatan dalam perlombaan. "MPR RI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba, termasuk mekanisme penilaian, kejelasan artikulasi jawaban, sistem verifikasi jawaban peserta, dan tata kelola keberatan dalam perlombaan agar pelaksanaan kegiatan serupa ke depan dapat berlangsung semakin baik, transparan, dan akuntabel," imbuhnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga