Komedian Narji resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) setelah mengakhiri kiprahnya sebagai kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ketua DPP PSI Bestari Barus mengonfirmasi bahwa Narji dikukuhkan sebagai kader baru dalam acara sunatan massal yang digelar DPW PSI Banten pada Minggu, 5 Juli 2026.
Pengukuhan dalam Acara Sunatan Massal
Bestari Barus menjelaskan bahwa momen pengukuhan Narji berlangsung secara simbolis dengan penyematan jaket PSI. "Kemarin hari Minggu ada gelar sunatan massal oleh DPW Banten, di kesempatan itu dihadiri juga oleh Narji. Disanalah beliau dikukuhkan dan dijaketkan," kata dia kepada Liputan6.com, Selasa (7/7/2026).
Harapan PSI Menjelang Pemilu 2029
PSI berharap kehadiran Narji dapat menambah kekuatan partai dalam menghadapi kontestasi politik 2029. Bestari menilai perpindahan kader dari satu partai ke partai lain merupakan hal yang lumrah dalam dunia politik. "Perpindahan ini biasa saja dalam perpolitikan. Orang melihat figur dan memiliki keinginan sendiri untuk bergabung dengan partai tertentu, hal biasa. Namun, bagi kami, bergabungnya Narji tentu menjadi tambahan energi," ungkap Bestari.
Kejutan Berikutnya Disiapkan
Bestari mengisyaratkan bahwa bergabungnya kader dari partai lain ke PSI tidak akan berhenti pada Narji. Namun, ia masih merahasiakan identitas sejumlah tokoh yang disebut akan menyusul bergabung dengan partainya. PSI tampaknya terus memperkuat barisan menjelang Pemilu 2029 dengan merekrut figur publik dan politisi dari partai lain.
Narji sebelumnya dikenal sebagai anggota PKS dan memiliki basis penggemar yang luas sebagai komedian. Langkahnya bergabung dengan PSI menjadi sorotan karena perpindahan politik dari partai berbasis Islam ke partai yang dikenal lebih pluralis dan progresif. PSI sendiri telah beberapa kali merekrut tokoh dari partai lain, menunjukkan strategi partai untuk memperluas basis dukungan.



