LCC Empat Pilar MPR di NTB: Tumbuhkan Semangat Kebangsaan Generasi Muda
LCC Empat Pilar MPR NTB Tumbuhkan Semangat Kebangsaan

Anggota MPR RI dari Kelompok DPD daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat (NTB), Evi Apita Maya, secara resmi membuka Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR tahun 2026 tingkat Provinsi NTB yang digelar di Kota Mataram. Prosesi pembukaan ditandai dengan pemukulan Kendang Belek, sebuah alat musik tradisional khas Lombok.

LCC Sebagai Sarana Pendidikan Kebangsaan

Dalam sambutannya, Evi menegaskan bahwa LCC Empat Pilar MPR bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana strategis untuk menumbuhkan semangat kebangsaan, memahami nilai-nilai luhur bangsa, dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. "Pemenangnya akan bertanding dengan para juara dari seluruh provinsi di grand final bulan Agustus 2026, di Jakarta. Sekaligus memperkuat semangat kebangsaan di tingkat nasional," ungkap Evi dalam keterangannya, Senin (22/6/2026).

Sebanyak sembilan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat berpartisipasi dalam LCC tahun ini. Kesembilan sekolah tersebut adalah SMAN 4 Sumbawa, SMAN 1 Madapangga, SMAN 1 Sumbawa Besar, MAN 1 Lombok Timur, SMAN 1 Aikmel, SMAN 1 Seteluk, SMAN 1 Dompu, SMAN 1 Mataram, dan SMAN 1 Praya. Para juri yang bertugas merupakan dosen dari Universitas Mataram (UNRAM), yaitu I Nengah Agus Tripayana, Khairul Umam, dan Bagdawansyah Alqadri.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Membumikan Nilai Empat Pilar kepada Generasi Muda

LCC Empat Pilar MPR RI di Provinsi NTB menjadi bagian dari rangkaian panjang upaya membumikan nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD NRI) Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika kepada generasi muda. Evi mengingatkan para peserta bahwa mereka bukan sekadar peserta lomba, melainkan duta-duta bangsa sekaligus calon pemimpin masa depan Indonesia.

Menurut Evi, generasi muda akan menghadapi tantangan yang lebih kompleks dibandingkan generasi sebelumnya. Oleh karena itu, mereka harus membekali diri dengan kecerdasan dan kreativitas. "Hadirnya kalian di sini menunjukkan bahwa mental petarung ada dalam diri kalian. Ini merupakan sukses bukan hanya tantangan pencapaian akademik, melainkan tantangan karakter yang kuat, kepedulian sosial, dan komitmen membangun bangsa untuk Indonesia yang lebih maju dan berdaulat," ujar Evi.

Internalisasi Nilai Empat Pilar sebagai Kompas Moral

Evi menekankan bahwa LCC bukan sekadar kompetisi mencari pemenang, melainkan wadah untuk menginternalisasi nilai-nilai empat pilar yang berfungsi sebagai fondasi keberlangsungan bangsa. Ia berpesan kepada para peserta untuk mempelajari maknanya, memahami esensinya, dan menjadikan empat pilar sebagai kompas moral dalam setiap langkah kehidupan. "Ketika kalian memahami dan mengamalkan nilai-nilai ini, kalian tidak hanya menjadi individu yang unggul, tetapi juga warga negara yang bertanggung jawab. Jadi lomba ini sebagai momentum untuk bertumbuh dan belajar menemukan kekuatan diri dan mengasah potensi," kata Evi.

Ia menambahkan, "LCC adalah sarana pendidikan politik kebangsaan yang bertujuan menanamkan karakter, memperkuat semangat nasionalisme, dan membekali generasi muda dengan pemahaman yang kokoh tentang empat pilar MPR RI."

Penampilan Tari Asih Trisna Meriahkan Pembukaan

Prosesi pembukaan LCC Empat Pilar juga dimeriahkan dengan penampilan lima penari putri dari Sanggar Jurigellangen Mataram, NTB, yang dipimpin oleh Putu Anggreini. Mereka membawakan Tari Asih Trisna, sebuah tarian kreasi baru dari Lombok yang menggambarkan cinta kasih, budi kasih, keikhlasan, serta kejujuran. Gerakan yang dinamis dan serempak berhasil menimbulkan kekaguman para hadirin. Tarian ini dipersembahkan untuk mengingatkan para peserta agar berlomba dengan penuh semangat, jujur, dan tetap mempertahankan cinta kasih di antara sesama peserta.

Dalam acara tersebut, Evi didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) NTB, Dr. Syamsul Hadi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga