Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani memanggil dua juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar di Kalimantan Barat yang viral karena penilaian kontroversial. Muzani mengonfirmasi bahwa kedua juri telah diberikan teguran resmi.
"Sudah. Tadi kita panggil. Sudah kita tegur," kata Muzani dalam konferensi pers di Gedung MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
MPR secara kelembagaan juga menyampaikan permohonan maaf secara langsung. Permohonan maaf tersebut mewakili dua juri, yaitu Dyastasita dan Indri Wahyuni, yang merupakan pejabat di Sekretariat Jenderal MPR.
"Ya, kelembagaan MPR kan sudah disampaikan oleh Pak Sekjen. Salah satu pimpinan kita sudah menyampaikan permohonan maaf. Jadi itu sudah mewakili keseluruhan termasuk juri, karena ini adalah kegiatan lembaga, bukan kegiatan orang perorang," jelas Muzani.
MPR RI kemudian memutuskan untuk mengulang final LCC 4 Pilar di Kalbar. Muzani menegaskan bahwa pihaknya mendengarkan semua masukan dari masyarakat.
"Juri yang akan menjuri dalam Lomba Cerdas Cermat tersebut adalah juri independen," ujarnya.
Sekjen MPR RI Siti Fauziah sebelumnya menyatakan bahwa pihaknya menghormati perhatian dan masukan masyarakat terkait dinamika dalam perlombaan tersebut. Dalam video yang beredar pada Senin (11/5), juri memberikan nilai berbeda terhadap jawaban yang sama dari peserta. Grup C dari SMAN 1 Pontianak mendapat nilai minus lima untuk jawaban terkait proses pemilihan anggota BPK. Namun, jawaban serupa dari Grup B SMAN 1 Sambas justru diberi nilai 10 oleh juri yang sama, yakni Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita.
Peserta Grup C sempat memprotes karena merasa jawaban mereka sama, namun juri menyatakan bahwa jawaban Grup C tidak menyebut Dewan Perwakilan Daerah (DPD) secara jelas. Siti menyebutkan bahwa panitia pelaksana saat ini tengah melakukan penelusuran internal terkait penilaian jawaban peserta. Pihaknya memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba.



