Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, secara resmi menunjuk Najmi Mumtaza Rabbany, atau yang lebih dikenal sebagai Gus Najmi, sebagai Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB. Penunjukan ini menggantikan Ais Shafiyah Asfar yang sebelumnya menjabat posisi tersebut.
Pengumuman dalam Rapat Koordinasi
Pengumuman penting ini disampaikan langsung oleh Cak Imin dalam forum Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Manajemen Partai yang digelar pada Rabu, 10 Juni 2026. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus DPP PKB serta seluruh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB dari seluruh Indonesia.
Komitmen Gus Najmi
Dalam pernyataan resminya pada Kamis, 11 Juni 2026, Gus Najmi menyatakan kesiapannya untuk mengemban amanah baru ini. Ia berkomitmen untuk melanjutkan penguatan tata kelola organisasi, konsolidasi kader, serta mempercepat berbagai program strategis partai.
“Komitmen Ketua Umum Gus Muhaimin yang selalu memberikan ruang bagi kaum muda akan kami jawab dengan kerja keras, konsolidasi, dan kemenangan PKB pada Pemilu 2029. Mohon doa restu dari semua pihak,” ujar Gus Najmi dalam keterangan tertulis.
Fokus Konsolidasi dan Regenerasi
Gus Najmi menekankan bahwa penguatan struktur partai dari tingkat DPW, Dewan Pimpinan Cabang (DPC), Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC), hingga Dewan Pimpinan Ranting (DPR) dan kader di akar rumput akan menjadi prioritas utama dalam agenda konsolidasi organisasi.
“Selain itu, regenerasi kepemimpinan, perluasan basis dukungan masyarakat, serta peningkatan keterlibatan generasi muda akan menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan kemenangan PKB pada Pemilu 2029,” tambahnya.
Sejarah Jabatan Ketua Harian PKB
Sejak tahun 2024, DPP PKB memiliki struktur baru berupa jabatan Ketua Harian yang bertanggung jawab atas implementasi program sehari-hari mewakili ketua umum. Sebelumnya, posisi ini dipegang oleh Ais Shafiyah Asfar, sementara Gus Najmi menjabat sebagai Wakil Ketua Harian.
Dengan penunjukan ini, diharapkan PKB semakin solid dan siap menghadapi tantangan politik ke depan, khususnya dalam memenangkan Pemilu 2029.



