Rakernas XVIII APEKSI Hasilkan 10 Rekomendasi Strategis
Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang berlangsung di Medan pada 28 Juni hingga 4 Juli 2026 berhasil merumuskan 10 rekomendasi strategis. Rekomendasi ini akan menjadi agenda bersama pemerintah kota untuk memperkuat pembangunan perkotaan yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.
Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam menyatakan bahwa sepuluh rekomendasi tersebut merupakan hasil konsolidasi berbagai forum dan pembahasan selama Rakernas. Menurutnya, pemerintah kota memiliki pengalaman langsung dalam menghadapi beragam tantangan pembangunan, sehingga masukan yang dirumuskan diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan kebijakan nasional.
"Persoalan pemerintah kota hari ini tidak lagi semata-mata teknis. Solusinya membutuhkan ruang dialog dan political will agar berbagai rekomendasi daerah benar-benar menjadi kebijakan," ujar Alwis pada kegiatan Dialog Kota Tangguh dan Mayors Talk di Ballroom Grand City Hall, Kota Medan, Rabu (1/7).
10 Agenda Penguatan Pemerintah Kota
Rekomendasi Rakernas XVIII APEKSI meliputi penguatan kapasitas fiskal dan reformasi hubungan keuangan pusat-daerah, penataan kebijakan ASN, PPPK, dan fleksibilitas belanja daerah, penguatan tata kelola Program Strategis Nasional di daerah, percepatan infrastruktur dan konektivitas wilayah, serta transformasi tata kelola pemerintahan dan digitalisasi layanan publik.
Selain itu, rekomendasi juga mencakup penguatan ketahanan lingkungan dan tata kota berkelanjutan, penguatan ekonomi lokal dan pembangunan inklusif, penguatan tata ruang, kerja sama daerah, dan pembangunan kewilayahan, penguatan advokasi hukum dan kepastian regulasi, serta pelibatan generasi muda dalam perencanaan, implementasi, hingga pemantauan pembangunan kota.
Kesepuluh rekomendasi tersebut menegaskan bahwa ketangguhan kota tidak hanya berkaitan dengan kesiapsiagaan menghadapi bencana, tetapi juga mencakup penguatan kapasitas fiskal, peningkatan kualitas pelayanan publik, pembangunan ekonomi, transformasi digital, pengelolaan lingkungan, serta kolaborasi antarpemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Wamendagri: Rakernas Bukan Sekadar Seremonial
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menegaskan Rakernas XVIII APEKSI bukan sekadar agenda seremonial, melainkan forum strategis bagi pemerintah kota untuk saling bertukar pengalaman, berbagi praktik baik, dan merumuskan solusi bersama menghadapi tantangan pembangunan.
Menurut Bima, di tengah keterbatasan fiskal daerah, dinamika geopolitik, dan kondisi perekonomian nasional, kolaborasi antarkota menjadi semakin penting. "Praktik-praktik terbaik itu ada di kawan-kawan kita sendiri. Kami di Kementerian Dalam Negeri melalui [Direktorat Jenderal Bina] Keuda, melalui [Direktorat Jenderal] Otda kemudian dapat data-data juga dari APEKSI, ini justru melihat dengan bangga dan optimis bagaimana kota-kota ini menjadi transformer, menjadi survivor dengan berbagai macam inisiatif-inisiatif," ungkap Bima saat membuka Rakernas XVIII APEKSI.
Ia menambahkan, Rakernas juga mempererat kebersamaan antarkepala daerah dengan mengesampingkan sekat politik, birokrasi, maupun feodalisme. Selain itu, Bima mendorong pemerintah kota untuk terus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui inovasi tata kelola. Menurutnya, sejumlah kota berhasil meningkatkan PAD melalui digitalisasi pembayaran, penguatan kolaborasi, serta kepemimpinan kepala daerah yang terlibat langsung dalam pelaksanaan program.
Harapan ke Depan
Bima berharap hasil Rakernas XVIII APEKSI dapat menjadi pijakan bagi pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan kota-kota yang semakin tangguh, adaptif, dan berkelanjutan. Rakernas XVIII APEKSI juga diisi dengan berbagai kegiatan seperti Youth City Changers (YCC), Ladies Program, Forum Kepala Bappeda, Forum Lingkungan Hidup, Forum Komunikasi Digital (Komdigi), Forum Pangan, Forum Bisnis, Karnaval Budaya Nusantara, hingga Indonesia City Expo (ICE).



