Pemprov DKI Salurkan Rp2,2 Miliar Bantu Sekolah Terdampak Bencana di Sumatera
Rp2,2 Miliar Bantuan Pemprov DKI untuk Sekolah Terdampak Bencana Sumatera

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyalurkan bantuan senilai Rp2,2 miliar untuk membantu pemulihan sekolah-sekolah yang terdampak bencana di Pulau Sumatera. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyampaikan hal tersebut dalam sambutannya pada upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (4/5/2026). Bantuan ini mencakup fasilitas pendidikan dan kebutuhan dasar guna memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan meskipun dalam kondisi darurat.

Gerakan Disdik Peduli

Rano Karno menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari gerakan Disdik Peduli yang melibatkan para kepala sekolah dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). "Melalui gerakan Disdik Peduli, para kepala sekolah bersama PGRI mengirimkan donasi sebesar 2,2 miliar rupiah untuk membantu pemulihan satuan pendidikan pasca bencana," kata Rano. Bantuan tersebut disalurkan ke tiga wilayah yang mengalami dampak bencana, yaitu 49 sekolah di Aceh, 15 sekolah di Sumatera Utara, dan 46 sekolah di Sumatera Barat.

Bentuk Bantuan

Bantuan yang diberikan meliputi 120 unit laptop, 21 titik sumber air bersih, dan 5.058 school kit. "Bantuan ini ditujukan kepada 49 sekolah di Aceh, 15 sekolah di Sumatera Utara, 46 sekolah di Sumatera Barat dalam bentuk 120 unit laptop, 21 titik sumber air bersih, dan 5.058 school kit," ujar Rano. Menurutnya, program ini mencerminkan peran pendidikan yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga nilai kemanusiaan dan solidaritas. "Inilah wajah pendidikan yang sesungguhnya: bukan hanya mencerdaskan tetapi juga mengasihi, bukan hanya membangun prestasi tetapi juga menumbuhkan solidaritas," tegas Rano.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Jakarta Tak Boleh Kehilangan Hati

Dalam kesempatan tersebut, Rano Karno menekankan bahwa sebagai ibu kota, Jakarta harus memiliki kepedulian terhadap daerah lain yang tengah menghadapi bencana. "Jakarta memang ibu kota dengan segala kesibukannya, tetapi Jakarta tidak boleh kehilangan hati. Ketika sekolah-sekolah saudara kita terdampak bencana, Jakarta harus hadir," kata dia. Ia juga menegaskan pentingnya memastikan pendidikan tetap berjalan meski dalam kondisi darurat. Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk menjaga keberlangsungan pendidikan di berbagai daerah sekaligus memperkuat solidaritas antarwilayah. "Sebab pendidikan tidak boleh berhenti karena bencana. Kelas boleh rusak, tetapi harapan tidak boleh roboh. Buku boleh hilang, tetapi semangat belajar harus tetap menyala," pungkasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga