Waka Komisi III DPR Yakin Polda Metro Mampu Ungkap Kematian Misterius Sutrimo
Waka Komisi III DPR Yakin Polda Metro Ungkap Kematian Sutrimo

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, menyatakan dukungan penuh terhadap Polda Metro Jaya dalam mengusut kasus kematian misterius seorang pria bernama Sutrimo. Jasad Sutrimo ditemukan di depan sebuah klinik kecantikan di kawasan Jakarta Selatan (Jaksel) pada pekan lalu. Sahroni menilai Polda Metro Jaya memiliki keahlian dan pengalaman yang mumpuni dalam mengungkap perkara kematian yang janggal dan tidak wajar.

Pernyataan Dukungan dari Ahmad Sahroni

“Polda Metro ahli dalam pengungkapan perkara kematian yang misterius,” ujar Sahroni kepada wartawan, Rabu (29/7/2026). Ia menambahkan bahwa masyarakat sebaiknya bersabar menunggu hasil investigasi yang tengah dilakukan oleh pihak kepolisian. “Kita tunggu hasil investigasi Polda Metro. Semoga secepatnya bisa disampaikan ke publik,” lanjut politisi Partai NasDem tersebut. Sahroni juga menekankan pentingnya transparansi dalam proses penyelidikan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Kronologi Penemuan Jasad Sutrimo

Sebelumnya, aparat penegak hukum masih terus mendalami penyebab pasti tewasnya Sutrimo. Korban ditemukan dalam kondisi mulut berbusa di depan klinik kecantikan yang berlokasi di Jalan Kramat Pela RT 11/RW 11, Kelurahan Pulo, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Minggu (26/7/2026) pagi. Hingga saat ini, penyebab pasti kematian korban belum diketahui secara resmi. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi tersebut untuk mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tim Gabungan Diterjunkan

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan menerjunkan tim gabungan untuk mengusut kasus ini. Tim tersebut bertugas memetakan rangkaian peristiwa sebelum kematian korban, termasuk memeriksa rekaman CCTV dan mewawancarai sejumlah saksi di sekitar lokasi. “Kami berupaya maksimal untuk mengungkap penyebab kematian korban,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, saat dikonfirmasi, Minggu (26/7/2026).

Identitas Korban dan Verifikasi

Berdasarkan informasi yang beredar, Sutrimo disebut-sebut merupakan Kepala Rumah Tangga (Karumga) dari mantan Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung), Febrie Adriansyah. Namun, pihak kepolisian masih terus melakukan verifikasi terkait identitas dan latar belakang korban. “Masih didalami,” kata Kombes Budi Hermanto. Polisi belum bisa memastikan apakah ada kaitan antara profesi korban dengan kematiannya.

Harapan Publik dan Transparansi

Kasus ini menarik perhatian publik karena kejanggalan seputar kematian Sutrimo. Sejumlah legislator, termasuk Ahmad Sahroni, mendorong polisi untuk bekerja secara transparan dan profesional. “Kami minta polisi membuka hasil investigasi kepada publik agar tidak ada informasi yang simpang siur,” tegas Sahroni. Ia juga mengingatkan bahwa proses hukum harus berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Hingga berita ini diturunkan, hasil autopsi dan penyelidikan masih dalam tahap laboratorium. Polda Metro Jaya berjanji akan merilis perkembangan terbaru segera setelah ada kesimpulan yang jelas. Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menunggu pengumuman resmi dari kepolisian.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga