Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M Sarmuji, memberikan tanggapan tegas terhadap peringatan Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan kepada pihak-pihak yang diduga membiayai aksi demonstrasi. Sarmuji mengingatkan bahwa praktik tersebut sebaiknya segera dihentikan karena dapat mengganggu stabilitas nasional.
Peringatan Presiden Berdasarkan Informasi Intelijen
Sarmuji meyakini bahwa peringatan yang disampaikan Prabowo bukanlah tanpa dasar. Ia menilai pernyataan presiden tersebut didasari oleh informasi yang akurat yang diperoleh dari aparat keamanan. "Ya sinyalemen Presiden berdasarkan informasi yang beliau terima. Kan ada aparat negara yang bisa mendeteksi," ujar Sarmuji saat dihubungi pada Kamis (25/6/2026).
Ia menambahkan bahwa pemerintah memiliki kemampuan intelijen yang mumpuni untuk mengidentifikasi aktor-aktor di balik aksi unjuk rasa yang terjadi di berbagai daerah. Oleh karena itu, ia meminta pihak-pihak yang masih terlibat dalam pendanaan demonstrasi untuk segera menghentikan aktivitasnya.
Imbauan untuk Tidak Mengganggu Stabilitas
Menurut Sarmuji, langkah membiayai demonstrasi merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab, terutama jika tujuannya untuk mengganggu stabilitas negara. "Jadi yang membayar atau mendanai sebaiknya tidak diteruskan. Apalagi jika tujuannya untuk mengganggu stabilitas," tegasnya.
Politisi Golkar itu menekankan bahwa pemerintah tetap menghargai sikap kritis masyarakat. Namun, kritik yang disampaikan jangan sampai menghambat upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. "Kita tetap menghargai kritisisme tetapi jangan sampai mengganggu jalannya pemerintahan yang lagi berusaha keras meningkatkan kesejahteraan rakyat," ujarnya.
Pernyataan Prabowo di Gorontalo
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan peringatan keras dalam acara Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII yang digelar di Gorontalo pada Rabu (24/6). Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung demonstrasi yang terjadi di sejumlah daerah dan mengaku mengetahui siapa aktor di balik aksi tersebut.
"Saudara-saudara sekalian. Hati-hati, lho. Saya kasih peringatan mereka-mereka itu. Saya tahu siapa yang bayar-bayar demo, gua tahu itu. Tapi nggak apa-apa, main demo. Ditanya, ditanya anak-anak demo, nggak ngerti. Mau demo apa, ya? Hmm. Kami dibayar Rp 200 ribu, gitu, kan. Tapi ada. Saya nggak mengerti," kata Prabowo.
Pernyataan tersebut sontak menjadi perhatian publik dan menuai beragam reaksi. Golkar melalui Sarmuji menjadi salah satu partai politik yang memberikan dukungan terhadap sikap tegas presiden.
Apresiasi terhadap Sikap Kritis yang Konstruktif
Sarmuji menegaskan bahwa pemerintah tidak anti terhadap kritik. Namun, kritik yang disampaikan harus bersifat membangun dan tidak dilakukan dengan cara-cara yang melanggar hukum, apalagi didanai oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu.
"Kita tetap menghargai kritisisme tetapi jangan sampai mengganggu jalannya pemerintahan yang lagi berusaha keras meningkatkan kesejahteraan rakyat," ucapnya mengulangi pernyataan sebelumnya.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat mendukung program-program pemerintah yang pro-rakyat, sehingga pembangunan nasional dapat berjalan lancar tanpa gangguan dari aksi demonstrasi yang tidak jelas tujuannya.



