Komisi V Soroti Tiga Penyebab Utama Mahalnya Tiket Pesawat di Indonesia
Tiga Penyebab Utama Tiket Pesawat Mahal Menurut Komisi V

Komisi V DPR Bongkar Akar Masalah Mahalnya Tiket Pesawat

Kebijakan diskon tiket pesawat yang kerap digulirkan pemerintah pada momen hari raya dan libur panjang kembali menuai kritik tajam. Menurut Ketua Komisi V DPR, Lasarus, langkah tersebut dinilai hanya sebagai solusi parsial dan tidak menyentuh akar permasalahan struktural yang sesungguhnya.

Tiga Faktor Penyebab Utama Harga Tiket Melambung

Lasarus membeberkan setidaknya tiga faktor utama yang menyebabkan harga tiket pesawat di Indonesia tergolong mahal. Pertama, harga avtur yang tinggi dan masih dikenakan pajak, padahal bahan bakar ini merupakan kebutuhan pokok industri penerbangan. Kondisi ini dinilai ironis karena seharusnya mendapat insentif, bukan justru dibebani.

Kedua, transportasi udara masih dikategorikan sebagai barang mewah, sehingga tiket pesawat dikenakan pajak barang mewah. Klasifikasi ini dianggap sudah tidak relevan, mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan sangat bergantung pada moda transportasi udara untuk mobilitas masyarakat.

Ketiga, tingginya pajak dan bea masuk suku cadang pesawat. Beban ini secara otomatis mendorong naik biaya operasional maskapai, yang pada akhirnya dibebankan kepada konsumen melalui harga tiket yang lebih mahal.

Kritik terhadap Kebijakan Pemerintah yang Dianggap Tidak Mendasar

Lebih lanjut, Lasarus menegaskan bahwa kebijakan pemerintah selama ini cenderung bersifat reaktif dan musiman, bukan solusi struktural yang berkelanjutan. Dia menyoroti bahwa publik dengan mudah dapat membandingkan harga tiket di Indonesia dengan negara lain yang jauh lebih terjangkau.

"Penurunan harga tiket pesawat itu domain pemerintah. Ada banyak komponen kebijakan yang membuat tiket di Indonesia mahal dan ini tidak pernah diselesaikan secara serius," ujar Lasarus dalam keterangannya.

Dia menambahkan, "Kalau pemerintah mau serius, potong pajak avtur, hapus pajak barang mewah tiket pesawat, dan turunkan bea masuk sparepart. Dampaknya langsung ke harga tiket. Bukan diskon sesaat."

Dampak Sosial dan Ekonomi yang Meresahkan Masyarakat

Permasalahan harga tiket pesawat yang mahal telah masuk kategori meresahkan masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil yang mengandalkan transportasi udara sebagai satu-satunya akses mobilitas. Lasarus menekankan bahwa isu ini menyangkut hajat hidup orang banyak dan berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.

Dia mengkritik pendekatan pemerintah yang hanya ramai saat momen tertentu seperti Lebaran dan Natal-Tahun Baru, tanpa memberikan solusi jangka panjang yang mampu meringankan beban masyarakat secara konsisten.