Seskab: Harga Pertamax Ikuti Minyak Dunia, Lebih Murah dari Negara Lain
Seskab: Harga Pertamax Ikuti Minyak Dunia, Lebih Murah

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memberikan penjelasan mengenai penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax, yang dilakukan oleh Pertamina. Menurut Teddy, kenaikan harga tersebut merupakan konsekuensi dari fluktuasi harga minyak dunia yang terus meningkat.

Pertamax Ikuti Harga Minyak Global

Dalam keterangan yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada Jumat (12/6/2026), Teddy menegaskan bahwa Pertamax sebagai BBM nonsubsidi harus mengikuti pergerakan harga minyak internasional. "Pertamax adalah BBM nonsubsidi, artinya harga Pertamax harus mengikuti harga minyak dunia," ujarnya.

Teddy mengungkapkan bahwa harga minyak dunia telah mengalami lonjakan signifikan sejak Maret lalu. Pemerintah, lanjutnya, telah berupaya menahan kenaikan harga BBM nonsubsidi selama beberapa bulan terakhir. "Harga minyak dunia naik drastis sejak Maret, tetapi Pemerintah sudah menahan kenaikan selama berbulan-bulan," jelas Teddy.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Perbandingan Harga dengan Negara ASEAN

Meskipun terjadi kenaikan, Teddy menekankan bahwa harga BBM nonsubsidi di Indonesia masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara. Ia memastikan bahwa harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar tidak mengalami kenaikan.

"Walaupun naik, harga Pertamax di Indonesia jauh lebih murah dibanding BBM RON 92/95 di negara lain," kata Teddy. Ia menambahkan, "Pertalite dan Solar, harga BBM subsidi tidak naik. Pertalite Rp 10.000 dan Solar Rp 6.800."

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, Teddy membeberkan data harga BBM nonsubsidi di beberapa negara ASEAN per 11 Juni 2026 yang dikutip dari Petrol Price, GasWatch, dan Global Petrol Prices:

  • Indonesia: Rp 16.260 per liter
  • Filipina: Rp 22.158 per liter
  • Laos: Rp 31.945 per liter
  • Thailand: Rp 28.910 per liter
  • Myanmar: Rp 25.085 per liter
  • Singapura: Rp 42.971 per liter

Kenaikan Harga Pertamax dan Pertamax Green

Sebelumnya, harga Pertamax naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter, sementara Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter. Kenaikan ini mulai berlaku sejak 10 Juni 2026.

Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, juga memberikan pernyataan terkait penyesuaian harga tersebut. Simon menjelaskan bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi mempertimbangkan perkembangan kondisi global, termasuk dinamika geopolitik dan pergerakan harga minyak dunia.

"Kami memahami bahwa setiap penyesuaian harga tentu menjadi perhatian masyarakat. Penyesuaian pada harga BBM non-subsidi ini dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global dan harga minyak yang berlaku di pasar internasional dengan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat," jelas Simon dalam akun Instagram @pertamina pada Kamis (11/6).

Simon juga menekankan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi tidak hanya terjadi di SPBU Pertamina, tetapi juga di SPBU milik badan usaha swasta. "Penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini selain dilakukan di titik-titik SPBU Pertamina, juga dilakukan oleh SPBU badan usaha swasta," tuturnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga