Pramono Batalkan Pemindahan Patung Jenderal Sudirman, Akhiri Polemik
Pramono Batalkan Pemindahan Patung Jenderal Sudirman

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi membatalkan rencana pemindahan Patung Jenderal Sudirman yang terletak di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Keputusan ini diumumkan pada Minggu, 21 Juni 2026, setelah melalui pertimbangan panjang dan diskusi dengan berbagai pihak. Pembatalan ini bertujuan untuk mengakhiri polemik yang muncul di tengah masyarakat terkait rencana penataan kawasan tersebut.

Keputusan Setelah Perenungan Berhari-hari

“Yang paling penting, setelah kami merenungkan berhari-hari, Patung Jenderal Sudirman tetap akan berada di tempat ini. Jadi tidak akan kami geser,” ujar Pramono di lokasi Dukuh Atas. Ia menegaskan bahwa patung pahlawan nasional itu akan tetap berada di posisinya saat ini, tanpa ada pergeseran sedikit pun. Keputusan ini diambil untuk meredakan ketegangan di kalangan warga yang sebelumnya menolak rencana pemindahan.

Meskipun rencana pemindahan dibatalkan, Pramono memastikan bahwa proyek penataan kawasan Dukuh Atas akan tetap berlanjut. Fokus utama pembangunan adalah pedestrian deck yang ditargetkan rampung pada tahun 2028, sebagai bagian dari pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD). “Supaya tidak menjadi polemik, tempat ini menjadi lebih baik dan lebih indah,” tambahnya. Ia menekankan bahwa estetika, kenyamanan, dan fungsi ruang publik bagi masyarakat akan menjadi prioritas dalam penataan tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Latar Belakang Rencana Pemindahan

Sebelumnya, pada 3 Oktober 2025, Pramono sempat mengumumkan rencana untuk memindahkan Patung Jenderal Sudirman ke titik perbatasan Jalan M.H. Thamrin dan Jalan Jenderal Sudirman. Pemindahan ini diharapkan dapat membuat patung tersebut lebih ikonik dan mudah dinikmati oleh masyarakat. “Patung Sudirman tentu harus kita beri apresiasi karena bagaimanapun beliau adalah jenderal besar. Sehingga nanti ketika kawasan Dukuh Atas dibangun dan dikoneksikan, Patung Sudirman harus ditempatkan di lokasi yang benar-benar berada di depan,” ujar Pramono saat itu.

Rencana tersebut memicu perdebatan di kalangan sejarawan, budayawan, dan masyarakat umum. Banyak yang menganggap patung tersebut telah menjadi bagian dari identitas kawasan Dukuh Atas dan tidak perlu dipindahkan. Polemik ini terus bergulir hingga akhirnya Pramono memutuskan untuk membatalkan rencana pemindahan demi menjaga ketenteraman publik.

Dampak dan Tindak Lanjut

Dengan dibatalkannya pemindahan, proyek TOD Dukuh Atas akan tetap berjalan dengan penyesuaian desain agar patung tetap terintegrasi secara estetis. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan selanjutnya. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ruang publik yang lebih baik tanpa mengorbankan nilai sejarah dan budaya. Keputusan Pramono juga mendapat apresiasi dari berbagai kalangan yang menginginkan pelestarian monumen bersejarah di Jakarta.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga