Presiden Prabowo Subianto mengumumkan alokasi anggaran sekitar Rp4 triliun untuk memperbaiki 1.800 titik perlintasan kereta api di Pulau Jawa. Langkah ini diambil sebagai upaya meningkatkan keselamatan transportasi publik setelah insiden kecelakaan kereta api di Bekasi Timur yang menewaskan 14 orang.
Anggaran Besar untuk Keselamatan
Dalam kunjungannya ke RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid di Kota Bekasi pada Selasa (28/4/2026), Presiden Prabowo menyatakan bahwa perbaikan perlintasan kereta api merupakan prioritas utama. "Kita perhitungkan sekitar hampir Rp4 triliun, demi keselamatan," ujarnya. Ribuan titik perlintasan tersebut merupakan warisan infrastruktur sejak zaman Belanda yang sudah puluhan tahun tidak mendapatkan penanganan menyeluruh.
Dua Skema Penanganan
Prabowo menginstruksikan jajarannya untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut dengan dua skema penanganan, yaitu pembangunan pos jaga atau pembuatan jembatan layang (flyover). "Saya akan perintahkan segera kita akan perbaiki semua lintasan tersebut, apakah dengan dilakukan pos jaga atau dengan flyover," jelasnya. Ia menegaskan bahwa perbaikan ini tidak boleh ditunda lagi karena sangat mendesak demi keselamatan.
Korban Dapat Kompensasi
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo menyampaikan rasa prihatin dan duka cita mendalam atas kecelakaan yang terjadi. Ia memastikan semua korban akan mendapatkan kompensasi. "Pokoknya semua sudah diurus," tegasnya. Sebelumnya, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin melaporkan bahwa 14 orang meninggal dunia dan 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.
Data Korban dan Penanganan
Korban dibawa ke sejumlah rumah sakit, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat. KAI juga mengamankan barang-barang milik pelanggan yang ditemukan di lokasi kejadian dan mengelolanya bersama pihak kepolisian.
Komitmen Pemerintah
Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk memperbaiki seluruh perlintasan kereta api di Jawa. "Di Jawa ada 1.800 titik yang juga lintasan seperti ini, saya kira dari zaman Belanda sudah berapa puluh tahun. Sekarang sudahlah kita selesaikan semua itu," katanya. Ia memperkirakan biaya perbaikan mencapai Rp4 triliun dan tidak ingin ada penundaan lagi. "Demi keselamatan karena sangat penting. Kita perlu kereta api dan kita harus keluarkan itu. Sekarang sudah saatnya, sudah berapa puluh tahun tidak dilakukan, kita sekarang lakukan," ujarnya.



