Kenaikan BBM dan LPG Diprediksi Picu Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok
Kenaikan BBM dan LPG Diprediksi Picu Kenaikan Harga

Kebijakan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) nonsubsidi diperkirakan tidak hanya menambah beban pengeluaran rumah tangga, tetapi juga berpotensi memicu kenaikan harga kebutuhan sehari-hari. Kenaikan harga yang mulai berlaku pada Sabtu (18/4/2026) itu dinilai akan berdampak luas, mengingat BBM dan LPG merupakan komponen penting dalam aktivitas ekonomi masyarakat.

Dampak bagi Kelas Menengah

Guru Besar Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Anton Agus Setyawan, mengatakan tekanan paling besar kemungkinan dirasakan oleh kelompok kelas menengah. "Ini tentu berat bagi masyarakat di tengah kondisi daya beli yang belum pulih," kata Anton saat dimintai pandangan Kompas.com, Selasa (21/4/2026).

Potensi Kenaikan Harga Barang

Menurut Anton, kenaikan harga BBM dan LPG akan mendorong peningkatan biaya transportasi dan produksi. Hal ini berpotensi menyebabkan harga barang-barang kebutuhan pokok ikut naik. "Efek domino ini perlu diantisipasi oleh pemerintah agar tidak semakin memberatkan masyarakat," ujarnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Anton juga menyarankan agar pemerintah memberikan subsidi atau bantuan sosial yang tepat sasaran untuk meredam dampak kenaikan tersebut. "Kelas menengah rentan terkena dampak karena mereka tidak termasuk penerima bantuan sosial reguler, namun daya belinya juga belum kuat," jelasnya.

Harapan Masyarakat

Sejumlah warga mengaku khawatir dengan kenaikan harga ini. Mereka berharap pemerintah dapat mengambil langkah-langkah untuk menjaga stabilitas harga. "Semoga ada kebijakan yang bisa meringankan beban kami, terutama untuk kebutuhan sehari-hari," ujar Sari, seorang ibu rumah tangga di Jakarta.

Kenaikan harga BBM dan LPG nonsubsidi ini menjadi perhatian banyak pihak karena berpotensi memperlambat pemulihan ekonomi nasional. Pemerintah diharapkan dapat mengelola dampaknya dengan bijak agar tidak mengganggu stabilitas sosial dan ekonomi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga