Pendampingan Psikososial dan Tawaran Sekolah Rakyat
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memberikan pendampingan psikososial untuk anak dan keluarga terduga pelaku pencurian ayam yang tewas dikeroyok massa di Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Tim Kemensos telah mengunjungi rumah duka dan berdialog dengan keluarga, meskipun suasana duka masih menyelimuti sehingga belum dapat berbicara panjang lebar.
“Kami akan melakukan pendampingan psikososial dan bantuan-bantuan yang dibutuhkan sesuai hasil asesmen,” ucap Gus Ipul usai konferensi pers terkait rancangan Perpres Tata Kelola Penyelenggaraan KDKMP di Jakarta, Selasa (28/7/2026). Dari hasil asesmen awal, keluarga korban berada pada desil dua, yang menunjukkan kondisi ekonomi sangat rentan.
Gus Ipul menawarkan kepada anak dari terduga pelaku untuk bersekolah di Sekolah Rakyat, program unggulan Kemensos bagi keluarga miskin. “Karena memang memenuhi syarat untuk bisa berkenan sekolah di Sekolah Rakyat,” ujarnya. Namun, ia menunggu hingga masa duka berlalu untuk kembali menjalin dialog dan memastikan kesediaan keluarga.
Kronologi Pengeroyokan dan Tersangka
Peristiwa pengeroyokan terhadap korban berinisial KD terjadi pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 01.30 Wita. Korban diduga tertangkap tangan saat mencuri ayam milik warga di Banjar Juwuk Legi. Tindakan tersebut memicu kemarahan warga yang selama ini resah akibat maraknya pencurian ayam di wilayah tersebut.
Massa kemudian mengeroyok KD hingga tewas di tempat. Tak hanya itu, sepeda motor yang digunakan korban juga dibakar oleh massa sebelum petugas kepolisian tiba. Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan bahwa sepeda motor tersebut diduga merupakan kendaraan hasil pencurian pada tahun 2018.
Kepolisian Resor Tabanan menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus ini, yakni MJ, WS, KB, ML, dan ND. Meski demikian, polisi belum merinci peran masing-masing tersangka. Kasus ini menjadi sorotan karena menunjukkan masih adanya praktik main hakim sendiri di masyarakat.
Dampak dan Tindak Lanjut
Insiden ini menambah catatan kelam atas maraknya aksi kriminalitas kecil yang berujung pada kekerasan massal. Kemensos berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban, termasuk pendampingan psikologis dan akses pendidikan bagi anak melalui Sekolah Rakyat.
Gus Ipul menegaskan bahwa pada prinsipnya, pihaknya ingin memberikan dukungan sesuai kebutuhan keluarga. “Tetapi paling tidak, kami sudah melakukan dialog dan kami lihat kondisi objektif rumah tangganya berada di desil dua,” katanya. Langkah ini diharapkan dapat memutus rantai kemiskinan dan memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak korban.



