Jakarta, CNN Indonesia -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Palu, Sulawesi Tengah, dengan kedalaman 16 kilometer (sebelumnya dilaporkan 10 kilometer) dipicu oleh aktivitas Sesar Sausu. Hal ini berbeda dengan gempa dahsyat tahun 2018 yang meluluhlantakkan Palu dan sekitarnya akibat pergerakan Sesar Palu-Koro serta likuifaksi.
Penyebab Gempa Dangkal
Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, dalam konferensi pers daring pada Selasa (16/6) menjelaskan bahwa berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa ini termasuk jenis gempa bumi dangkal yang disebabkan oleh aktivitas Sesar Sausu. Analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan turun atau normal fault.
Dampak dan Imbauan BMKG
Hingga saat ini, telah dilaporkan adanya kerusakan akibat gempa tersebut. BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Nelly menambahkan, "BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat."
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. "Kemudian menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi dan mewaspadai gempa bumi susulan yang masih terjadi," ujar Nelly.



