DTKJ Usul Tarif Transjakarta Rp 5.000 Dalam Kota, Transjabodetabek Rp 10.000
DTKJ Usul Tarif Transjakarta Rp 5.000 Dalam Kota

Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mengusulkan penyederhanaan tarif Transjakarta menjadi dua kelompok, yakni tarif layanan di dalam Jakarta sebesar Rp 5.000 dan tarif Transjabodetabek sebesar Rp 10.000. Ketua DTKJ periode 2026–2029, Sugihardjo, mengatakan usulan tersebut merupakan hasil kajian sekaligus tindak lanjut dialog publik yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pengamat tata kota.

Skema Tarif Baru Lebih Hemat bagi Penumpang

Menurut Sugihardjo, dengan skema baru tersebut penumpang cukup membayar Rp 5.000 untuk seluruh perjalanan Transjakarta di dalam Jakarta tanpa dikenakan tarif tambahan saat berpindah layanan. "Selama ini tarif BRT Rp 3.500, lalu jika lanjut ke non-BRT totalnya bisa Rp 7.000. Dengan tarif Rp 5.000, penumpang justru lebih hemat," ujarnya.

Usulan ini mencakup seluruh layanan Transjakarta, baik Mikrotrans, BRT, maupun non-BRT. DTKJ menilai penyederhanaan tarif akan memudahkan penumpang dan mendorong penggunaan transportasi umum.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tarif Transjabodetabek dan Integrasi Moda

Untuk layanan Transjabodetabek, DTKJ mengusulkan tarif sebesar Rp 10.000. Sugihardjo menyebut tarif tersebut juga mencakup integrasi layanan sehingga penumpang dapat melanjutkan perjalanan menggunakan Transjakarta, bahkan ke depan diharapkan terhubung dengan MRT dan LRT. "Yang luar kota itu jadinya Rp 10.000, apalagi nanti kalau misalnya kita mendorong sebetulnya integrasinya bukan sesama moda transportasi jalan, tapi dengan LRT dan MRT. Kalau Transjabodetabeknya digabungkan lagi ke situ berarti kan sudah integrasi semua moda," ungkapnya.

Syarat Peningkatan Kualitas Layanan

Meski begitu, Sugihardjo menegaskan penyesuaian tarif harus dibarengi peningkatan kualitas layanan. Ia bilang, hal itu menjadi syarat utama agar masyarakat tetap memilih transportasi umum. "Kami mendorong untuk adanya penyesuaian tarif tapi harus diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan. Nah ini kami sudah usulkan," tandas dia.

Usulan ini diharapkan dapat segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan operator Transjakarta. DTKJ juga mendorong integrasi antarmoda yang lebih luas, termasuk dengan MRT dan LRT, untuk menciptakan sistem transportasi publik yang terpadu dan efisien di Jakarta dan sekitarnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga