Sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta angkat bicara mengenai rencana penyesuaian tarif Transjabodetabek yang tengah digodok oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Mereka meminta agar kebijakan tersebut dikaji secara komprehensif dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari keberlanjutan layanan, kemampuan fiskal daerah, hingga kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Anggota DPRD DKI Soroti Efisiensi dan Subsidi
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menekankan pentingnya memastikan efisiensi operasional dan tata kelola subsidi berjalan optimal sebelum mengambil keputusan terkait penyesuaian tarif. Menurutnya, tarif Transjakarta yang berlaku saat ini sudah bertahan cukup lama, sehingga wajar jika ada evaluasi. Namun, ia mengingatkan bahwa kondisi fiskal daerah saat ini juga mengalami penyesuaian setelah adanya efisiensi anggaran oleh Pemerintah Pusat, termasuk pengurangan dana bagi hasil (DBH).
Rio menambahkan, transparansi penggunaan anggaran dan efektivitas belanja publik harus menjadi perhatian utama agar setiap kebijakan memiliki dasar yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia juga menegaskan bahwa transportasi publik memiliki fungsi strategis sebagai layanan dasar masyarakat, sehingga setiap kebijakan tarif harus mempertimbangkan daya beli warga dan dampaknya terhadap minat masyarakat menggunakan angkutan umum.
Penyesuaian Tarif Bisa Kurangi Subsidi
Anggota Komisi B lainnya, Muhammad Taufik Zulkifli, menyatakan bahwa penyesuaian tarif Transjabodetabek yang melayani wilayah Bogor, Bekasi, Depok, dan Tangerang dapat mengurangi beban subsidi transportasi yang cukup besar dari APBD DKI Jakarta. Menurutnya, tarif Rp3.500 yang berlaku sejak 2005 sudah terlalu lama dan perlu disesuaikan. Namun, ia berharap kenaikan tarif tidak memberatkan masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi saat ini.
Taufik juga menyoroti bahwa layanan Transjakarta bagi warga luar Jakarta menggunakan tarif subsidi yang ditanggung APBD DKI, sehingga wajar jika tarif dinaikkan. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara keberlanjutan layanan dan kemampuan masyarakat.
Gubernur DKI: Tidak Semua Rute Naik
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menegaskan bahwa tidak semua rute Transjabodetabek akan mengalami penyesuaian tarif. Ia membantah pemberitaan yang menyebutkan kenaikan hingga Rp10.000-Rp15.000 untuk semua rute. Menurutnya, hanya rute tertentu yang akan disesuaikan, seperti rute Blok M-Bandara Soekarno Hatta. Namun, ia belum merinci rute dan tarif yang akan ditetapkan.
Pramono berjanji penyesuaian tarif tidak akan memberatkan masyarakat, baik di Jakarta maupun di daerah penyangga. Ia juga membuka peluang untuk menambah golongan baru dalam 15 golongan gratis transportasi umum di Jakarta. Ia menekankan pentingnya mendorong masyarakat menggunakan transportasi umum dan mempertimbangkan tarif berdasarkan jarak agar tidak membebani warga.



