Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution menegaskan sikapnya menolak pengajuan proyek dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dinilai tidak masuk akal dan terkesan di-mark up. Ia mengungkapkan banyak pihak mencoba meloloskan proyek dengan meminta persetujuannya secara mendadak.
"Ada yang datang mengucapkan selamat, setelah itu minta tanda tangan. Saya bilang, ini proyek apa? Kok tiba-tiba sudah ada di meja saya," ujar Bobby dalam keterangan tertulis, Kamis (21/5/2026).
Sorotan pada Proyek Gedung Rp484 Miliar
Salah satu proyek yang disorot Bobby adalah pembangunan fisik sebuah gedung dengan nilai anggaran mencapai Rp484 miliar. Menurutnya, proyek tersebut tidak pernah dipresentasikan secara detail, baik mengenai konsep pembangunan maupun rincian anggarannya. "Gedungnya tidak pernah dipaparkan, tidak pernah diekspos, tiba-tiba minta diteken. Nilainya sampai ratusan miliar. Saya tolak," tegasnya.
Komitmen Transparansi dan Pencegahan Pemborosan
Bobby menegaskan tidak ingin asal menyetujui proyek tanpa kajian yang jelas, terutama jika anggarannya terkesan dimahalkan. Ia akan lebih ketat memeriksa seluruh pengajuan proyek dari OPD agar tidak ada praktik pemborosan anggaran maupun permainan proyek di lingkungan Pemprov Sumut. "Saya tidak mau tanda tangan kalau prosesnya tidak jelas. Semua harus transparan dan masuk akal," ungkapnya.
Ia meminta OPD di lingkungan Pemprov Sumut untuk tidak lagi mengajukan proyek yang dinilai janggal atau hanya mengandalkan kedekatan politik untuk mendapatkan persetujuan anggaran. "Setiap program pembangunan harus benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat, bukan sekadar menghabiskan anggaran daerah," tutupnya.



