Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang sempat terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara bukan disebabkan oleh menipisnya stok. Hal ini disampaikan Bahlil usai membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan di Hotel Claro, Makassar, Sabtu (18/7/2026).
Penyebab Gangguan Distribusi BBM
Bahlil menjelaskan bahwa setelah memerintahkan Pertamina untuk mengecek situasi di Sumut, ditemukan bahwa stok BBM sebenarnya mencukupi. "Di Sumut itu BBM-nya ada. Cuma penyalurannya, sopirnya yang mogok karena ada dinamika di bawah, kira-kira begitu," ujar Bahlil. Ia menegaskan bahwa kelangkaan yang dikeluhkan masyarakat murni akibat gangguan distribusi, bukan karena pasokan yang menipis.
Penanganan dan Keterlibatan TNI
Ketua Umum Partai Golkar ini mengungkapkan bahwa gangguan distribusi kini telah berhasil diatasi. Penyaluran BBM kepada masyarakat mulai kembali normal setelah pihak terkait turun tangan. Bahlil membenarkan adanya pelibatan aparat TNI dalam membantu distribusi BBM di Sumatera Utara. Prajurit TNI dikerahkan sebagai sopir tangki sementara untuk menggantikan sopir yang mogok. Namun, Bahlil tidak merinci mekanisme operasional yang diterapkan. Ia menekankan bahwa urusan teknis distribusi merupakan kewenangan Pertamina, sementara Kementerian ESDM fokus pada aspek regulasi dan kebijakan. "Tapi sudah diatasi, dan sekarang Insyaallah sudah mulai normal," tegasnya.
Bahlil Berkelakar soal Tugas Menteri
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga menepis anggapan bahwa setiap persoalan teknis di lapangan harus menjadi tanggung jawab Menteri ESDM. Ia berkelakar, "Masa kalau sopir mogok urusan Menteri ESDM? Ini lama-lama orang perut sakit pun Menteri ESDM kelihatannya." Kelakar itu disambut tawa para hadirin. Bahlil kemudian meminta media untuk tidak selalu mengaitkan persoalan teknis kendaraan dengan kementeriannya. "Teman-teman media tolong ya, jangan sampai besok, 'Pak, kenapa minyaknya campur apa dikit, karburatornya rusak?' tanya Menteri ESDM. Ini lama-lama Menteri ESDM jadi ahli montir juga kelihatannya," ucapnya.
Dampak dan Normalisasi Distribusi
Dengan keterlibatan TNI dan koordinasi bersama Pertamina, distribusi BBM di Sumatera Utara kini berangsur normal. Masyarakat diharapkan tidak lagi mengalami kesulitan mendapatkan BBM. Bahlil memastikan bahwa pemerintah terus memantau situasi agar gangguan serupa tidak terulang. Langkah ini menunjukkan kesiapan pemerintah dalam menangani masalah distribusi yang bersifat teknis dan operasional di lapangan.



