Dua anggota militer Amerika Serikat tewas dan satu lainnya dinyatakan hilang setelah serangan rudal balistik serta pesawat nirawak (drone) Iran di Yordania. Insiden tersebut dikonfirmasi oleh Pentagon pada Sabtu (18/7) waktu setempat, sebagaimana dilaporkan AFP pada Minggu (19/7/2026).
Kronologi Serangan di Yordania
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa peristiwa itu terjadi pada Jumat (17/7) ketika pasukan AS bersama sekutu sedang menghadapi serangan rudal balistik dan drone yang dilancarkan Iran. "Dua anggota militer AS tewas saat pasukan AS dan sekutu bertahan dari serangan rudal balistik dan pesawat tak berawak Iran," demikian pernyataan resmi CENTCOM.
Selain korban tewas, empat personel lainnya telah dievakuasi ke rumah sakit di Yordania untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga saat ini, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai identitas para korban maupun rincian operasi pencarian terhadap personel yang hilang.
Ancaman Iran: Serangan Skala Penuh
Iran sebelumnya mengancam akan melanjutkan "operasi serangan berskala penuh" jika Amerika Serikat terus melancarkan gelombang serangan terhadap negara tersebut. Ancaman ini disampaikan oleh pejabat tinggi Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, yang juga penasihat militer senior untuk pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.
"Jika serangan-serangan AS berlanjut selama dua atau tiga hari lagi, kami akan memasuki fase operasi serangan skala penuh," tegas Rezaei dalam wawancara yang dikutip lembaga penyiaran negara IRIB pada Jumat (17/7) waktu setempat. Ia menambahkan, "Iran tidak akan lagi membatasi diri pada tindakan pembalasan, respons yang sepadan... Tidak akan ada batas politik yang aman dari kekuatan serangan Iran."
Konflik Berkepanjangan dan Dampak Regional
Pernyataan Rezaei muncul saat AS melancarkan serangan selama tujuh malam berturut-turut terhadap target-target Iran, yang dibalas Teheran dengan menargetkan negara-negara Teluk yang menampung aset-aset militer Washington. Rezaei juga menuntut agar AS membayar ganti rugi finansial atas tindakan yang oleh para pejabat Iran disebut sebagai serangan terhadap infrastruktur sipil. Washington telah membantah dengan sengaja menargetkan fasilitas sipil Teheran.
Rezaei memperingatkan bahwa respons militer Iran akan meluas hingga ke luar perbatasannya jika konflik semakin memanas. Serangan terbaru ini menandai eskalasi signifikan dalam ketegangan Iran-AS, dengan dampak langsung terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.



