Pemerintah Arab Saudi secara tegas mengecam tindakan militer Israel yang memasuki wilayah Lebanon. Dalam pernyataan resmi yang dirilis Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada Senin (1/6/2026), Kerajaan menyatakan penolakan keras terhadap pelanggaran kedaulatan Lebanon oleh pasukan Israel.
Pelanggaran Integritas Wilayah
Arab Saudi menegaskan bahwa aksi militer Israel merupakan pelanggaran serius terhadap integritas wilayah Lebanon. Langkah ini dinilai berpotensi memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah yang sudah lama dilanda konflik. Pemerintah Saudi juga mengingatkan bahwa tindakan sepihak seperti ini dapat memicu eskalasi lebih lanjut dan mengancam perdamaian regional.
Desakan kepada Komunitas Internasional
Dalam pernyataan yang sama, Arab Saudi mendesak masyarakat internasional untuk segera mengambil tindakan nyata guna menghentikan agresi Israel. Sebagaimana dilaporkan Saudi Gazette, Kerajaan menekankan pentingnya peran komunitas global dalam menjalankan tanggung jawabnya untuk mengakhiri pergerakan militer Israel yang bertujuan memperluas operasi ke Lebanon.
Arab Saudi juga menyerukan agar semua pihak menghormati hukum internasional dan kedaulatan negara-negara di kawasan. Langkah ini diharapkan dapat meredakan ketegangan dan mencegah konflik yang lebih luas. Pemerintah Saudi berkomitmen untuk terus mendukung stabilitas dan keamanan di Timur Tengah melalui dialog dan kerja sama internasional.
Sebelumnya, Arab Saudi juga mengecam serangan Iran ke Kuwait yang dianggap melanggar hukum internasional. Hal ini menunjukkan konsistensi sikap Kerajaan dalam menentang segala bentuk agresi dan pelanggaran kedaulatan di kawasan.



