Bawa Panci, Aliansi Perempuan Demo di Kebon Sirih Tuntut Harga BBM Turun
Aliansi Perempuan Demo di Kebon Sirih Tuntut Harga BBM Turun

Jakarta - Aliansi Perempuan Indonesia kembali menggelar aksi unjuk rasa di pusat ibu kota. Pada Kamis (18/6/2026) siang, kelompok massa yang mayoritas perempuan ini melakukan long march dari kawasan Dukuh Atas menuju Patung Kuda, Jakarta Pusat. Mereka membawa berbagai atribut seperti panci dan bunga, serta mengenakan pakaian serba pink sebagai identitas aksi.

Tuntutan Turunkan Harga BBM

Dalam aksinya, massa menyuarakan sejumlah tuntutan, salah satunya adalah permintaan agar pemerintah segera menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Yel-yel seperti "Perempuan bersatu, tak bisa dikalahkan!" bergema di sepanjang perjalanan. Pantauan detikcom di lokasi menunjukkan bahwa massa saat ini berada di perempatan Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, sekitar pukul 12.25 WIB.

Dampak Lalu Lintas

Aksi ini menyebabkan kemacetan di sekitar perempatan Jalan MH Thamrin dan Jalan Kebon Sirih. Sahutan klakson kendaraan terdengar di lokasi. Kepolisian tampak berjaga dan berusaha mengatur lalu lintas agar tetap terkendali. Masyarakat pengguna jalan diimbau untuk menghindari ruas jalan tersebut guna mengurangi kepadatan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Solidaritas Perempuan

Aksi ini merupakan bagian dari gerakan perempuan yang menuntut kebijakan ekonomi yang lebih berpihak pada rakyat. Dengan membawa panci sebagai simbol dapur dan kehidupan sehari-hari, mereka ingin menekankan bahwa kenaikan harga BBM berdampak langsung pada kebutuhan rumah tangga. Massa berharap pemerintah mendengar suara mereka dan mengambil langkah konkret.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga