Jakarta, CNN Indonesia — Bagus bersama keluarganya harus terjebak saat sedang check-out di Hotel Sultan imbas kericuhan yang terjadi saat proses eksekusi pada Kamis (18/6).
Beruntung, Bagus dan keluarganya langsung dievakuasi oleh polisi wanita (polwan) yang turut diterjunkan dalam proses eksekusi tersebut.
"Alhamdulillah safety sama anggota kepolisian. Kita dievakuasi ke tempat yang aman," kata Bagus. Disampaikan Bagus, dirinya dan keluarga sudah menginap di Hotel Sultan sejak Minggu (14/6) untuk keperluan bisnis. Ia mengaku memilih menginap di Hotel Sultan karena lokasinya yang berada di tengah Kota Jakarta.
"Ini hotel tengah kota yang lumayan enak fasilitasnya. Makanya kita udah beberapa kali nginep di sini," ujarnya.
Peringatan dari Pihak Hotel
Bagus membeberkan pihak Hotel Sultan sebenarnya juga sudah mewanti-wanti ihwal rencana eksekusi pada hari ini. Ia pun mengaku memang sudah berencana untuk check-out dari hotel pada hari ini.
"Sebenarnya kita sudah diwarning ya sama hotel. Memang mau check-out hari ini, cuma kayaknya agak telat," ucap dia.
"Jadi pas pada saat turun ternyata udah crowded. Terus ada lempar batu juga tuh kayaknya," sambungnya.
Harapan untuk Pengelolaan Lahan
Bagus turut merespons soal proses eksekusi dan pengambilalihan Hotel Sultan oleh pemerintah. Bagus berharap ke depannya pemerintah dapat mengelola lahan dan bangunan bekas Hotel Sultan ini lebih baik dan memberi manfaat bagi masyarakat.
"Kalau saya sih terserah mana yang secara fungsi dan kegunaannya lebih menguntungkan ya buat negara yang mau dipergunakan. Notabene-nya kan sebagai pemenang putusan negara ya. Kembali ke GBK, ya monggo dipergunakan saja," tutur dia.
Kronologi Kericuhan
Sebagai informasi, sejumlah tamu sempat terjebak di dalam Hotel Sultan selama proses eksekusi. Mereka baru bisa keluar dari hotel setelah petugas berhasil mengambil alih lahan.
Kericuhan sempat mewarnai proses eksekusi. Massa penolak eksekusi sempat melempari petugas dengan batu hingga botol air mineral. Petugas pun menyemprot massa menggunakan water canon sebagai respons atas aksi pelemparan tersebut.
Buntut kericuhan tersebut, polisi menangkap 119 orang. Polisi memastikan seratusan orang yang ditangkap itu bukan merupakan karyawan Hotel Sultan. Selain itu, 29 orang juga dilaporkan terluka akibat kericuhan tersebut, mulai dari personel Polri, TNI hingga masyarakat sipil.



