Kemensos dan KPKP Verifikasi Rumah Tak Layak Huni Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Pasuruan
Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus mempercepat program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah yang diperuntukkan bagi orang tua siswa Sekolah Rakyat. Program ini menargetkan renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) mulai berjalan pada September mendatang.
Saat ini, tahapan verifikasi faktual di lapangan terus dikebut di berbagai daerah. Kepala Seksi Pelaksanaan Wilayah 2 Balai P3KP Jawa 4, Firdiansyah Fatoni, menyampaikan bahwa verifikasi faktual di Pasuruan, Jawa Timur, pada Rabu (17/6) bertujuan memastikan bantuan tepat sasaran.
“Untuk Pasuruan sudah 11 titik usulan Kemensos yang lolos verifikasi faktual,” ujar Firdiansyah. Ia menambahkan bahwa Kota dan Kabupaten Pasuruan mendapat kuota 225 titik sesuai usulan Kemensos. Sementara untuk Jawa Timur, total usulan bedah rumah orang tua siswa Sekolah Rakyat berjumlah 1.837 titik.
Di Pasuruan, tim verifikasi mengecek kondisi rumah orang tua siswa Sekolah Rakyat di empat lokasi. Keempat rumah tersebut milik Lilik Qomariyah di Desa Bajangan, Jirilia di Jajar Kebon Desa Gondangwetan, Eko Musidi di Desa Tenggilisrejo Gondangwetan, dan Rahmat di Dusun Jajarkebon, Gondangwetan.
Salah satu orang tua siswa Sekolah Rakyat, Rahmat, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan pemerintah. “Alhamdulillah, bersyukur ada perhatian dari pemerintah,” tuturnya.
Dalam verifikasi faktual di lapangan, tim mengecek kondisi bangunan, sanitasi rumah, hingga kelengkapan dokumen kepemilikan rumah. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa bantuan renovasi benar-benar diberikan kepada keluarga yang membutuhkan.
Tenaga Ahli Menteri Sosial, Fajar WH, menjelaskan bahwa saat ini terdapat tiga Sekolah Rakyat yang beroperasi di Pasuruan, yaitu Sekolah Rakyat Terintegrasi 48 Kabupaten Pasuruan, SRMP 28 Kota Pasuruan, dan SRT 3 Pasuruan. Menurutnya, selain berfokus pada pendidikan anak, pendekatan Sekolah Rakyat juga menyasar peningkatan kesejahteraan seluruh keluarga. Orang tua siswa didorong untuk mengikuti berbagai program pemberdayaan ekonomi agar mampu keluar dari jerat kemiskinan.
“Anaknya disekolahkan, orangtuanya diberdayakan, dan rumahnya yang tak layak huni direnovasi,” kata Fajar.
Secara nasional, pemerintah menargetkan renovasi 10.000 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi orang tua siswa Sekolah Rakyat melalui program BSPS. Program ini merupakan sinergi antara Kemensos dan Kementerian PKP untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem dengan merenovasi rumah keluarga siswa agar lebih layak huni.



