Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Sulawesi Utara masih berstatus Siaga dan Waspada dalam peringatan dini tsunami. Otoritas pemantau cuaca dan kegempaan meminta masyarakat setempat untuk tidak mengabaikan instruksi evakuasi demi keselamatan.
Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Maritim Bitung, Ricky Daniel Aror, mengimbau seluruh elemen masyarakat di daerah terdampak untuk terus berkoordinasi secara aktif dengan petugas di lapangan serta mempercayai instruksi dari lembaga resmi pemerintah. "Kami berharap warga tetap mematuhi rekomendasi dari pemerintah daerah, khususnya badan penanggulangan bencana daerah," kata Ricky saat dihubungi dari Manado, Senin (8/6/2026).
Daftar Daerah Berstatus Siaga Tsunami
Ricky memerinci daerah-daerah di Sulawesi Utara yang hingga saat ini masih ditetapkan dalam status Siaga tsunami meliputi:
- Kabupaten Kepulauan Sangihe
- Kabupaten Kepulauan Talaud
- Kota Manado
- Kabupaten Minahasa Utara bagian utara
- Kabupaten Minahasa bagian utara
- Kabupaten Minahasa Selatan bagian utara
- Kota Bitung
- Kabupaten Bolaang Mongondow bagian utara
Wilayah Berstatus Waspada Tsunami
Sementara itu, untuk kategori status Waspada, BMKG mencatat cakupan wilayahnya meliputi:
- Kabupaten Bolaang Mongondow Timur
- Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
- Kabupaten Minahasa Selatan bagian utara
Penyebab Status Darurat
Pemberlakuan status tanggap darurat ini dipicu oleh aktivitas tektonik kuat pada Senin pagi, 8 Juni 2026 pukul 06.37 WIB, di mana wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina (Sektor Laut Sulawesi) diguncang gempa bumi hebat. Hasil analisis mutakhir dari BMKG menunjukkan guncangan tersebut memiliki parameter pembaruan dengan magnitudo M7,7. Episenter atau pusat gempa bumi tersebut terletak pada koordinat titik 5,80 derajat Lintang Utara (LU) dan 125,14 derajat Bujur Timur (BT). Jika ditarik secara geografis, lokasi pusat gempa tersebut berada tepat di laut pada jarak 244 kilometer arah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman sumber gempa atau hiposenter mencapai 47 kilometer.
BMKG mengimbau masyarakat di daerah terdampak untuk tetap tenang, tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab, dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan. Informasi resmi hanya bersumber dari BMKG dan pemerintah daerah setempat.



