Uni Emirat Arab (UEA) menuduh Iran melancarkan serangan terbaru terhadap wilayahnya pada Senin (4/5) waktu setempat. Kementerian Pertahanan UEA melaporkan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat sedikitnya 15 rudal dan empat drone yang diluncurkan dari wilayah Iran. Akibat serangan tersebut, sedikitnya tiga orang mengalami luka-luka.
Rincian Serangan dan Tanggapan UEA
Dalam pernyataannya, Kementerian Pertahanan UEA menyatakan bahwa sedikitnya 12 rudal balistik, tiga rudal jelajah, dan empat drone yang diluncurkan dari Iran ke wilayahnya telah dicegat sepanjang Senin. Ketiga korban luka dilaporkan mengalami cedera sedang. UEA menegaskan bahwa pihaknya memiliki "hak penuh dan sah" untuk merespons serangan terbaru Iran tersebut.
Hingga saat ini, Teheran belum memberikan tanggapan langsung terhadap tuduhan Abu Dhabi. Kementerian Luar Negeri UEA menyebut serangan udara tersebut sebagai eskalasi serius yang menimbulkan ancaman langsung terhadap keamanan negara.
Kecaman dari GCC dan Insiden Sebelumnya
Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), Jasem al-Budaiwi, mengutuk keras serangan Iran terhadap UAE. Ia menggambarkannya sebagai "tindakan agresi serius dan eskalasi secara terang-terangan". Sebelumnya, pada Senin pagi, UEA mengecam serangan drone Iran terhadap kapal tanker milik ADNOC, perusahaan minyak negara UEA, di Selat Hormuz. Insiden tersebut terjadi saat Amerika Serikat bersiap mengawal kapal-kapal melintasi jalur perairan strategis tersebut.
ADNOC melaporkan bahwa dua drone menghantam kapal MV Barakah di lepas pantai Oman, namun tidak ada korban luka. Kapal tersebut tidak membawa muatan kargo apa pun saat diserang. Kementerian Luar Negeri UEA mengkritik Iran, menyatakan bahwa "menargetkan pelayaran komersial dan menggunakan Selat Hormuz sebagai alat pemaksaan ekonomi atau pemerasan merupakan aksi pembajakan oleh Korps Garda Revolusi Iran."
Konteks Lebih Luas
Insiden ini terjadi saat Presiden AS Donald Trump mengatakan militer negaranya akan mulai memandu kapal-kapal melintasi Selat Hormuz mulai Senin. AS dan Iran tetap buntu dalam negosiasi perdamaian sejak gencatan senjata diberlakukan pada 8 April lalu. Sebelumnya, sejak perang berkecamuk pada 28 Februari, Iran mengklaim telah meluncurkan lebih dari 2.800 drone dan rudal ke UEA sebagai pembalasan atas serangan AS dan Israel. UEA merupakan salah satu negara Teluk yang ditargetkan Teheran karena menampung aset militer AS.



