Trump Ancang Blokade Iran Berbulan-bulan, Harga Minyak Meroket
Trump: Blokade Iran Bisa Berbulan-bulan, Minyak Melonjak

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memperingatkan bahwa blokade laut yang diberlakukan Washington terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dapat berlangsung selama berbulan-bulan. Peringatan ini langsung mendorong harga minyak melonjak ke level tertinggi dalam empat tahun terakhir.

Pertemuan Tertutup dengan Eksekutif Minyak

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam pertemuan tertutup dengan para pejabat eksekutif perusahaan minyak AS di Gedung Putih pada Selasa (28/4/2026) waktu setempat. Pertemuan itu pertama kali dilaporkan oleh media AS, Axios. Dalam pertemuan itu, Trump berpendapat bahwa blokade terhadap pelabuhan Iran lebih efektif daripada pengeboman.

Seorang pejabat Gedung Putih yang enggan disebut namanya mengungkapkan bahwa Trump juga membahas upaya untuk meringankan pasar minyak global dan langkah-langkah yang dapat diambil untuk melanjutkan blokade selama beberapa bulan jika diperlukan, sambil meminimalkan dampak pada konsumen Amerika. Pejabat tersebut menambahkan bahwa tema pertemuan mencakup produksi domestik, kemajuan di Venezuela, harga minyak di masa depan, gas alam, dan pengirimannya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Blokade Lebih Efektif daripada Pengeboman

Dalam wawancara terpisah dengan Axios, Trump menegaskan bahwa ia memilih mempertahankan blokade angkatan laut untuk menekan Iran terkait program nuklirnya. Tujuan utamanya adalah mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir. Trump menyatakan, "Blokade ini agak lebih efektif daripada pengeboman. Mereka tercekik seperti babi yang dijejali. Dan itu akan menjadi lebih buruk bagi mereka. Mereka tidak bisa memiliki senjata nuklir."

Dampak pada Harga Minyak

Komentar tersebut mendorong harga minyak Brent melonjak 7,6 persen menjadi 119,69 dolar AS, level tertinggi sejak awal perang Ukraina pada 2022. Iran sebelumnya membatasi pelayaran di Selat Hormuz sebagai balasan atas serangan gabungan AS dan Israel yang dimulai Februari 2026. AS kemudian memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan Iran untuk menekan Teheran membuka kembali Selat Hormuz.

Proposal Iran Ditolak

Baru-baru ini, Iran mengajukan proposal baru melalui Pakistan sebagai mediator. Proposal itu menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz dengan syarat pencabutan blokade laut AS, sementara perundingan nuklir ditunda. Trump menolak proposal tersebut dan menegaskan bahwa blokade laut tetap berlaku hingga kesepakatan nuklir tercapai.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga