Terapis Spa di Surabaya Kuras Uang Pelanggan Rp1,2 Miliar saat ke Toilet
Seorang terapis spa di Surabaya bernama Nur Hasannah Prasetya diduga dengan licik menguras uang milik pelanggan langganannya, Tonny Soegiono, hingga mencapai Rp1,2 miliar. Aksi pencurian ini dilakukan dengan memanfaatkan kepercayaan korban yang kerap menitipkan telepon genggam saat pergi ke toilet.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hasanudin Tandilolo mengungkapkan bahwa kasus ini bermula di Spa Superior, Jalan HR Muhammad Square Blok D Surabaya. Dalam kesehariannya, korban sering menitipkan ponsel kepada terdakwa ketika hendak ke toilet. Momen singkat itulah yang dimanfaatkan oleh Nur untuk menggerogoti tabungan korban secara bertahap.
Modus Operandi
Tanpa sepengetahuan korban, terdakwa diam-diam membuka casing ponsel yang berisi kartu ATM dan melakukan transaksi transfer. Setelah berhasil memindahkan dana, kartu ATM dikembalikan ke tempat semula sehingga korban tidak menaruh curiga. Aksi ini berlangsung selama Agustus hingga September 2024.
Uang hasil curian digunakan Nur untuk memenuhi gaya hidup pribadi, seperti menginap di Hotel Shangri-La Surabaya dengan berbagai tipe kamar, termasuk deluxe dan executive room. Selain itu, ia juga membeli perhiasan senilai puluhan juta rupiah di sejumlah toko emas di Royal Plaza dan BG Junction.
Rekan yang Masih Buron
Dalam surat dakwaan, jaksa menyebut bahwa Nur tidak beraksi sendirian. Ia diduga melakukan perbuatannya bersama seorang rekannya bernama Putriana Kusuma Wardani, yang kini berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO). Sebagian dana yang berhasil dipindahkan dari rekening korban juga mengalir ke rekening Putriana melalui belasan transaksi dengan total ratusan juta rupiah.
Hasanudin menjelaskan bahwa hubungan Nur dan Tonny adalah antara pelanggan spa dan terapis. Namun, Tonny bukan pelanggan biasa karena keduanya kerap bertemu dan keluar bersama. "Korban, si Tonny itu, dia langganan spa, sudah lama. Gak tahu ya pacaran apa gak, tapi langganan spa dia (Tonny)," ujar Hasanudin kepada detikJatim, Rabu (27/5).
Ia juga menambahkan bahwa saat membobol rekening Tonny, Nur beraksi seorang diri secara bertahap. Sementara Putriana tidak ikut membobol, tetapi turut menerima transfer dari Nur dan menikmati uang tersebut. "Bukan dia (Nur beraksi) sendiri, dia (Nur) transfer juga ke ATM temannya Putriana Kusuma Wardani, dibagi berdua," tutur Hasanudin.



