Rusia meluncurkan serangan rudal balistik dan drone ke Kyiv, Ukraina, pada Rabu malam hingga Kamis dini hari, mengakibatkan sedikitnya 11 orang terluka dan satu orang tewas. Ledakan terdengar di seluruh ibu kota, dengan beberapa bangunan rusak dan terbakar.
Korban dan Kerusakan
Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengonfirmasi bahwa sebelas orang yang terluka telah dirawat di rumah sakit. Tim penyelamat bergegas ke lokasi bangunan berlantai sembilan yang hancur, di mana orang-orang terjebak di dalamnya. Sebuah pos ambulans juga terkena serangan, menyebabkan petugas medis ikut terluka.
Peringatan Zelensky
Serangan besar-besaran ini terjadi setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan bahwa data intelijen menunjukkan Rusia sedang mempersiapkan serangan besar. Pada Rabu malam, Zelensky meminta warga untuk "sangat berhati-hati" dan memperhatikan sirene serangan udara. Ia menyatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah mempersiapkan serangan besar-besaran terhadap Ukraina untuk beberapa waktu. "Itulah tepatnya ancaman yang kita hadapi malam ini," kata Zelensky dalam unggahan di X.
Respons Warga
Banyak warga berkerumun di stasiun metro untuk berlindung, bersiap menghadapi malam panjang dengan suara sirene yang mulai berbunyi sekitar pukul 8 malam waktu setempat. Ukraina sendiri telah melancarkan kampanye drone yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Rusia dalam sebulan terakhir, menargetkan infrastruktur energi. Zelensky menggambarkan strategi ini sebagai kunci untuk memaksa Moskow mengakhiri perang.
Serangan Balasan Ukraina
Pada satu malam pekan lalu, Rusia melaporkan mencegat 660 drone di 12 wilayah, salah satu serangan Ukraina terbesar sejak invasi skala penuh Rusia pada 2022. Awal Juni lalu, serangan Rusia di jantung Kyiv membakar kompleks biara Ukraina yang terkenal, Kyiv Pechersk Lavra, yang terdaftar di UNESCO.



