Respons Cepat 110, Tas Bocah Tertinggal di Sabang Berhasil Ditemukan
Respons Cepat 110, Tas Bocah Tertinggal di Sabang Ditemukan

Seorang ibu bernama Lia membagikan pengalaman pertamanya menghubungi call center 110 Polri untuk mencari tas putrinya yang tertinggal di sebuah warung pecel ayam di Jalan Sabang, Menteng, Jakarta Pusat. Kejadian itu berlangsung pada Kamis (14/5) dini hari.

Lia menceritakan bahwa awalnya ia bersama suami dan dua anaknya makan di warung tersebut pada Rabu (13/5) sekitar pukul 23.30 WIB. Namun, rencana makan di tempat batal karena anak bungsunya rewel karena mengantuk. Lia memutuskan untuk membawa pulang pesanannya.

Saat itu, putrinya yang berusia 7 tahun membawa tas berisi tablet dan menaruhnya di bawah meja dekat kursi. Karena anak bungsu rewel, Lia bersama kedua anaknya kembali ke mobil sambil menunggu suami. Setelah pesanan selesai, mereka pulang ke Depok, Jawa Barat, tanpa menyadari bahwa tas putrinya tertinggal.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Sesampainya di rumah, anak bungsu Lia menangis karena tasnya tidak ada. Lia merasa bingung dan lelah karena sudah tengah malam. Ia sempat berpikir untuk kembali ke lokasi, namun khawatir buang-buang waktu jika tas sudah tidak ada. Akhirnya, ia ingat call center 110 Polri.

Lia menghubungi nomor 110 dan tersambung ke Polres Metro Depok, bukan ke Polres Metro Jakarta Pusat, karena posisinya sudah di Depok. Meski awalnya pesimis, petugas call center 110 Polres Depok merespons panggilannya dan membantu menghubungkan ke call center Polres Metro Jakarta Pusat.

Call center 110 Polres Metro Jakarta Pusat menerima panggilan dan merespons dengan sangat baik dan cepat. Lia meminta bantuan polisi untuk mengecek tas anaknya yang tertinggal di warung. Tak disangka, petugas call center mengirimkan anggota Polsek Menteng ke lokasi.

Hanya dalam hitungan menit setelah menghubungi 110, Lia dihubungi oleh anggota Polsek Menteng bernama Joko yang sudah tiba di lokasi. Lia memberikan petunjuk tempat makan melalui video call. Tak lama kemudian, Joko menunjukkan tas putri Lia yang ternyata masih ada dan diamankan oleh pemilik warung, Ibu Nur Azizah.

Lia mengaku awalnya pesimis karena mengira polisi tengah malam tidak akan mau membantu hal sepele. Namun, call center 110 benar-benar menindaklanjuti laporannya. Ia sangat mengapresiasi kesigapan call center 110 dan personel polisi yang terlibat.

Lia juga berterima kasih kepada Ibu Nur Azizah atas kejujurannya. Menurut Lia, jika yang menemukan orang jahat, mungkin tablet tersebut sudah hilang. Kapolres Metro Jakpus Kombes Reynold EP Hutagalung membenarkan adanya laporan melalui 110 dan petugas yang responsif hingga tas anak tersebut ditemukan.

Reynold menyampaikan bahwa respons cepat layanan call center 110 Polri merupakan wujud kehadiran Polri untuk melayani masyarakat. Ia berharap dukungan agar Polres Jakarta Pusat selalu bekerja melayani masyarakat dengan baik.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga