Puluhan Ribu Korban Gempa Venezuela Terlantar, Risiko Wabah Meningkat
Puluhan Ribu Korban Gempa Venezuela Terlantar, Risiko Wabah

Puluhan ribu warga Venezuela mengalami kesulitan ekstrem dalam mencari makanan dan tempat berlindung setelah dua gempa bumi dahsyat mengguncang negara itu pekan lalu. Bencana ini menewaskan hampir 2.000 orang dan memicu kekhawatiran akan munculnya wabah penyakit akibat ribuan warga yang kehilangan tempat tinggal terpaksa tidur di jalanan.

Gempa Kembar Runtuhkan Ribuan Bangunan

Dua gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,2 dan Magnitudo 7,5 yang terjadi secara berurutan telah merobohkan banyak kompleks perumahan. Puluhan ribu orang masih belum diketahui nasibnya dan dikhawatirkan terjebak di bawah reruntuhan. Operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan meskipun jendela waktu kritis 72 jam untuk bertahan hidup telah berlalu.

Berdasarkan penilaian awal data satelit yang dirilis NASA, gempa kembar tersebut telah merusak atau menghancurkan sebanyak 58.870 bangunan. Kota pelabuhan La Guaira menjadi wilayah yang paling parah terdampak.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Krisis Pangan dan Layanan Dasar Lumpuh

Badan pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) melaporkan bahwa kekurangan makanan terjadi secara luas, layanan dasar lumpuh, dan saluran komunikasi sebagian besar terputus di La Guaira. Seorang warga setempat, Daniela Armas (18), yang bekerja sebagai pedagang dan mengalami luka-luka akibat gempa, menggambarkan situasi memprihatinkan: "Mereka membagikan pasokan di sini, tetapi terkadang orang-orang nyaris saling membunuh demi makanan... suasananya seperti sabung ayam."

Korban Tewas Capai 1.943 Jiwa

Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, mengumumkan bahwa jumlah korban tewas kembali bertambah menjadi sedikitnya 1.943 orang. Lebih dari 10.500 orang lainnya mengalami luka-luka. Rodriguez juga menyebutkan bahwa hampir 6.500 orang telah diselamatkan dari reruntuhan di La Guaira, namun angka itu diperkirakan mendekati 20.000 jiwa jika mencakup mereka yang berhasil menyelamatkan diri atau dibantu oleh keluarganya.

Banyak warga Venezuela mengungkapkan kemarahan atas lambatnya respons pemerintah terhadap bencana ini. Kondisi negara yang bergulat dengan krisis ekonomi selama beberapa dekade turut melemahkan infrastruktur dan layanan kesehatan, sehingga memperparah dampak gempa.

UNHCR Butuh Dana Bantuan

UNHCR melaporkan bahwa pihaknya membutuhkan dana sebesar US$ 14,85 juta (sekitar Rp 266,4 miliar) untuk meningkatkan penyaluran bantuan dan penyediaan tempat perlindungan bagi 30.000 orang selama enam bulan. Juru bicara UNHCR, Carlotta Wolf, menyatakan, "Ketegangan di tengah masyarakat meningkat seiring masih terbatasnya akses terhadap bantuan."

Risiko Wabah Penyakit

Juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Christian Lindmeier, mengatakan bahwa layanan kesehatan di Venezuela sudah kewalahan dan berada di bawah tekanan ekstrem. Ia menambahkan bahwa saat ini terdapat peningkatan risiko wabah penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin, seperti campak dan difteri, akibat rendahnya cakupan vaksinasi sebelum gempa terjadi. Kondisi ini semakin memperburuk situasi kemanusiaan di tengah bencana.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga