Kebakaran TPA Jatiwaringin: Status Tanggap Darurat, 52 Jiwa Dievakuasi
Kebakaran TPA Jatiwaringin: Status Tanggap Darurat, 52 Jiwa Dievakuasi

Pemerintah Kabupaten Tangerang resmi menetapkan status tanggap darurat untuk kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk. Keputusan ini diambil setelah api terus berkobar selama lebih dari 24 jam sejak pertama kali muncul pada Selasa (30/6) sekitar pukul 11.00 WIB dan belum berhasil dipadamkan hingga Rabu (1/7) siang.

Api Belum Padam, Puluhan Petugas Dikerahkan

Pantauan di lokasi pada Rabu siang menunjukkan api masih membakar tumpukan sampah di sejumlah titik. Asap putih pekat membumbung tinggi, mengganggu jarak pandang pengguna jalan di sekitar TPA. Puluhan petugas pemadam kebakaran terus berjibaku, disebar ke beberapa titik untuk mencegah api meluas.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menyatakan bahwa status tanggap darurat diberlakukan untuk mempercepat penanganan. "Sudah, sudah kita tetapkan menjadi tanggap darurat," ujar Taufik. Penetapan ini memungkinkan koordinasi lebih cepat dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan memperkuat penanganan dampak terhadap masyarakat.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

52 Jiwa Dievakuasi Akibat Asap Pekat

Data sementara mencatat sebanyak 52 jiwa dari 30 kepala keluarga telah dievakuasi ke lokasi lebih aman karena terdampak asap pekat kebakaran. Evakuasi dilakukan untuk menghindari gangguan kesehatan akibat paparan asap dalam waktu lama.

Water Bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca

BNPB memastikan asap kebakaran belum memengaruhi operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, meski lokasi kebakaran hanya berjarak sekitar 12 kilometer dari ujung barat landasan pacu. "Operasional penerbangan masih berjalan normal," kata Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto.

Untuk mempercepat pemadaman, BNPB mengerahkan dua helikopter water bombing jenis MI-8AMT berkapasitas 4.000 liter air per helikopter. "Kita datangkan dua helikopter water bombing dan jika diperlukan lakukan operasi modifikasi cuaca," tegas Suharyanto. Dukungan udara diperlukan karena sebagian titik api berada di timbunan sampah yang sulit dijangkau dari darat.

"Upayakan segera dipadamkan," tambah Suharyanto. Kebakaran TPA Jatiwaringin terjadi sejak Selasa (30/6/2026) pukul 11.00 WIB dan hingga Rabu siang masih dalam penanganan intensif.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga