Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) terus memperkuat langkah mitigasi dan antisipasi untuk mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayahnya. Polda Sumsel berkomitmen memastikan tidak ada titik api baru yang membesar.
Komitmen Zero Karhutla
Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Sumsel, Kombes Muhammad Anis Prasetio Santoso, menegaskan bahwa jajarannya tidak akan mengendurkan upaya meskipun tren di lapangan membaik. Mitigasi akan dilakukan secara terpadu.
"Polda Sumsel siap melakukan upaya-upaya mitigasi dan penanggulangan Karhutla secara terpadu. Ini adalah komitmen bulat dan wujud nyata kesiapan kita untuk mewujudkan zero Karhutla di wilayah Sumatera Selatan," kata Kombes Anis pada Rabu, 6 Mei 2026.
Pemanfaatan Teknologi Modern
Strategi penanganan Karhutla saat ini tidak hanya mengandalkan taktik konvensional. Polda Sumsel juga memanfaatkan teknologi modern untuk deteksi dini dan pemantauan titik api secara real-time.
"Sesuai arahan Bapak Kapolda Sumsel, Irjen Pol Sandi Nugroho, di samping menyiapkan sarana dan prasarana yang mumpuni, Polda Sumsel juga menguatkan deteksi dini dan monitoring, serta memaksimalkan pemanfaatan teknologi dalam pemantauan hotspot secara real-time," tambahnya.
Kesiapsiagaan Personel
Polda Sumsel telah menyiagakan 1.415 personel yang dipersiapkan secara khusus untuk siaga penuh dan siap diterjunkan kapan saja guna mengantisipasi ancaman Karhutla dengan cepat dan taktis.
Berdasarkan pemetaan kerawanan terkini, personel dan pengawasan difokuskan pada sejumlah wilayah prioritas pencegahan, di antaranya Kabupaten Musi Banyuasin, Lahat, Muara Enim, Banyuasin, OKI, serta atensi khusus pada kawasan Muratara.
Faktor Pemicu Karhutla
Tingginya potensi Karhutla di wilayah-wilayah tersebut dipicu oleh berbagai faktor kompleks, mulai dari cuaca panas ekstrem dan kemarau panjang, kebiasaan membuka lahan dengan cara dibakar, minimnya pemahaman masyarakat terkait sanksi hukum dan bahaya asap bagi kesehatan, hingga adanya oknum tak bertanggung jawab yang memanfaatkan situasi.
Upaya Mitigasi Masif
Menghadapi tantangan tersebut, jajaran Polda Sumsel telah melakukan ribuan kegiatan mitigasi secara masif dengan pendekatan edukatif dan humanis melalui sosialisasi, imbauan dialogis kepada warga desa, patroli Karhutla terpadu, hingga verifikasi titik panas langsung ke lokasi.
Sinergi Lintas Sektoral
Langkah antisipasi taktis ini terus diperkuat melalui soliditas pada level strategis. Polda Sumsel turut mengambil peran sentral dalam Apel Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) di Griya Agung pada Rabu, 6 Mei 2026.
Momentum apel gabungan ini menjadi penegasan bahwa penanggulangan Karhutla di Bumi Sriwijaya dilakukan secara terpadu dan satu komando, melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.



